BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Tokoh Minang dan Rantau Percayakan Masa Depan Sumbar ke Ir. Mulyadi

JAKARTA – Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 1 Mulyadi diminta membawa perubahan yang lebih baik untuk masa depan Sumbar. Permintaan tersebut datang dari tokoh-tokoh yang ada di Sumbar maupun di luar Sumbar atau ranah dan rantau.

Permintaan tersebut didasari oleh pengalaman dan kinerja Mulyadi yang telah tiga periode dipercaya masyarakat menjadi wakilnya di Senayan. Dari dua hal tersebut, masa depan Sumbar tepat dipercayakan kepada mantan Pimpinan Komisi V yang dikenal sebagai sosok percepatan pembangunan Jembatan Kelok 9 tersebut.

Keinginan agar Mulyadi menjadi Gubernur Sumbar diutarakan oleh ulama asal Pesisir Selatan Buya Asli Saan. Dia mengatakan, masyarakat ingin seseorang yang telah berpengalaman di tingkat nasional. Mengingat, menjadi Gubernur Sumbar cukup butuh kerja keras karena keterbatasan APBD provinsi.

Selain itu, Buya Asli menilai Mulyadi juga dekat dengan masyarakat, sifat pemimpin yang sangat didambakan selama ini. Sebagai ulama, dia bersyukur Mulyadi juga punya keinginan untuk memperkuat nilai-nilai agama di tengah masyarakat. Hal itu menurut dia yang membuat dukungan dan keinginan agar Mulyadi menjadi orang nomor 1 di Sumbar semakin menguat.

“Beliau dekat dengan masyarakat. Sosok Pak Mulyadi juga mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat. Dia memiliki visi misi yang baik untuk Sumbar. Apalagi Beliau akan melaksanakan di Sumbar ABS-SBK. Kita berdoa kepada Allah SWT, semoga dimuluskan perjuangan kita untuk menempatkan Beliau sebagai Gubernur Sumbar periode mendatang,” kata Buya Asli Saan di Pesisir Selatan.

Selain tokoh yang menetap di Sumbar, Mulyadi juga diharapkan menjadi pemimpin Sumbar dari tanah rantau. Seperti yang disuarakan oleh Gubernur Sumbar ke-3 Azwar Anas. Di mengatakan bahwa Mulyadi merupakan figur yang tepat menjadi pemimpin Ranah Minang.

Dengan stagnasi pembangunan, menurut sesepuh Sumbar ini butuh pemimpin yang dekat dengan pemerintah pusat dan paham politik nasional maupun global.

Semua kriteria tersebut menurut Azwar Anas ada pada Mulyadi. Sehingga dia mendesak agar mantan Pimpinan Komisi V dan VII DPR RI tersebut mau turun tangan membenahi pembangunan Sumbar ke depan.

“Mulyadi sudah tiga periode menjadi anggota DPR sehingga tahu sekali seluk-beluk bagaimana negara ini diolah oleh Presiden atau kepala daerah lainnya, sehingga dia dapat dengan cepat melakukan pembangunan Sumbar, maka merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Sumbar,” kata Azwar Anas.

Membuat Sebuah Perubahan

Sementara itu, dorongan yang besar dari tokoh ranah dan rantau Sumbar membuat Mulyadi ingin menjawab harapan tersebut. Dia memastikan harapan besar harus dibayar dengan sebuah perubahan serta harus meninggalkan kursi DPR RI.

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *