Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai
Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its)
MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An dari Fakultas Keperawatan dan anggota Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, S.P., M.Agr dari Fakultas Pertanian serta Hizkianta Sembiring, S.Kep., Ns., M.Kep., sukses menggelar program edukasi gizi bagi orang tua balita, Rabu 1 Juli 2026
Edukasi dan Produksi Stik Ikan Kembung Daun Kelor ini disosialisasikan kepada masyarakat dan ibu – ibu PKK Kwala Bingai juga melibatkan mahasiswa keperawatan, Melisa Ade Lia Siregar dan Farras Khoiri Siregar.

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Kwala Bingai ini berfokus pada optimalisasi gizi balita melalui strategi diversifikasi pangan lokal. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap tantangan pemenuhan gizi anak serta upaya preventif dalam menekan angka stunting di tingkat kelurahan.
Pengabdian kepada masyarakat ini mendapatkan dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Lurah Kwala Bingai, Bapak Sunarso, Ketua TP PKK Kelurahan Kwala Bingai, Ibu Ny. Sutarmi Sunarso, S.Pd., Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Stabat, Bapak Luat Harahap, S.Pt., Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Kwala Bingai, Ibu Ira Ninta Ulina Purba, S.P., M.P., jajaran Penyuluh Pertanian Kecamatan Stabat, Ibu Karina Nola Sinamo, S.TP., M.Si. selaku narasumber, serta Ibu Ns. Reisy Tane, M.Kep. selaku Ketua Pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat bersama seluruh tim pelaksana.
Sebanyak 30 orang anggota PKK Kelurahan Kwala Bingai mengikuti kegiatan dengan antusias. Dalam sambutannya, Lurah Kwala Bingai menyampaikan apresiasi kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara atas terselenggaranya program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dirinya juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi ibu-ibu PKK, semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mendukung pemenuhan gizi balita dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,“ ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai gizi balita dan diversifikasi pangan lokal. Selanjutnya, narasumber menyampaikan materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada masa balita, manfaat ikan kembung sebagai sumber protein berkualitas dan asam lemak omega-3, serta kandungan daun kelor yang kaya vitamin dan mineral.
Peserta juga memperoleh edukasi mengenai proses pembuatan Stik Ikan Kembung Daun Kelor sebagai inovasi pangan lokal yang bergizi, praktis, dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha rumah tangga.
Kegiatan itu juga mendengarkan penyampaian materi yang dibawakan langsung oleh Ketua Tim Pengabdian, Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An
Dirinya menjelaskan bahwa intervensi gizi tidak harus selalu mengandalkan bahan pangan yang mahal. Sebaliknya, pangan lokal seperti ikan kembung memiliki potensi yang sangat besar namun sering kali kurang dioptimalkan oleh masyarakat.
“Secara ilmiah, ikan kembung memiliki kandungan asam lemak esensial seperti Omega-3 dan DHA yang sangat tinggi, bahkan mampu bersaing dengan ikan salmon. Melalui diversifikasi pangan, kita mengedukasi para ibu untuk mengolah ikan kembung menjadi berbagai variasi hidangan yang menarik bagi balita, sehingga kebutuhan gizi makro dan mikronya terpenuhi,” ujar Ns. Reisy.
Selain memberikan edukasi mengenai kandungan gizi, tim pengabdian yang bersifat lintas disiplin ilmu ini juga memberikan panduan praktis mengenai teknik pengolahan pangan yang higienis serta aspek ketahanan pangan. Keterlibatan Fakultas Pertanian USU yang diwakili oleh Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, S.P., M.Agr, memperkuat edukasi dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan baku pangan lokal yang berkualitas hingga proses pemanfaatannya di tingkat rumah tangga.
Tak hanya memberikan edukasi gizi, tim pengabdian juga memberikan pelatihan mengenai pengolahan pangan yang higienis serta penguatan aspek ketahanan pangan rumah tangga. Keterlibatan Fakultas Pertanian USU memperkuat pendekatan dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengolahan menjadi makanan bergizi.
Narasumber kedua dalam kegiatan ini, Ibu Karina Nola Sinamo, S.TP., M.Si., menyampaikan materi mengenai pengolahan pangan lokal berbasis ikan kembung dan daun kelor sebagai inovasi makanan bergizi dan bernilai ekonomi. Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan pentingnya pemanfaatan pangan lokal serta teknik pengolahan yang higienis dan bernilai gizi tinggi.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengerjakan posttest setelah seluruh rangkaian edukasi selesai. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta (100%) memperoleh kategori pengetahuan “Baik”, dengan rata-rata skor posttest mencapai 18,9 dari total 20 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya gizi balita serta pemanfaatan ikan kembung dan daun kelor sebagai bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Acara juga diisi dengan penyerahan sertifikat oleh Ketua TP PKK Kelurahan Kwala Bingai yang didampingi Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat.
Warga dan kader posyandu di Kelurahan Kwala Bingai menyambut antusias kegiatan ini. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis mengenai gizi seimbang, tetapi juga demonstrasi langsung pembuatan menu sehat berbasis ikan kembung yang ramah di kantong namun kaya nutrisi. (Gilang)











