Fauzan Haviz Pimpin PMI Kota Bukittinggi, Tanggung Jawab Kemanusiaan atau Panggung Awal Menuju 2029?
Fauzan Haviz Pimpin PMI Kota Bukittinggi, Tanggung Jawab Kemanusiaan atau Panggung Awal Menuju 2029?
Bukittinggi,Payakumbuhpos.id, — Selamat dan sukses kami ucapkan kepada Fauzan Haviz, S.E., S.H., MBA., MALS., M.M. yang resmi secara aklamasi terpilih sebagai Ketua PMI Kota Bukittinggi periode 2026–2031. Namun di balik sukacita dan seremonial tersebut, terselip tanggung jawab kemanusiaan yang sangat besar untuk masyarakat kota Bukittinggi.
Fauzan Haviz bukan nama asing bagi kita dimasyarakat kota Bukittinggi, sebelumnya dia dikenal dikancah dunia perpolitik Kota Bukittinggi, dan memiliki latar belakang politik yang cukup berpengaruh, dan nuansa keterkaitan antara dunia politik dengan organisasi kemanusiaan ini terasa sangat kental.
Beliau pernah duduk sebagai anggota DPRD Kota Bukittinggi selama dua periode berturut-turut. Pada ajang Pilkada 2024, Fauzan Haviz maju sebagai calon Wakil Wali Kota berpasangan dengan Marfendi, diusung oleh koalisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Ummat. Sayangnya, pasangan ini belum berhasil lolos ke putaran selanjutnya.
Selain di ranah politik, Fauzan Haviz dikenal sebagai pengusaha lokal yang cukup sukses, salah satunya melalui Toko Buku Irama Aur Kuning. Sepak terjangnya juga kerap terdengar sebagai salah satu suara yang vokal memperjuangkan pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan di Bukittinggi.
Kini, tokoh yang dikenal luas di kancah politik ini melangkah masuk ke lingkup organisasi kemanusiaan melalui PMI (Palang Merah Indonesia). Pertanyaan yang kemudian muncul di benak banyak pihak, apakah langkah ini semata-mata pengabdian kemanusiaan, atau justru menjadi jalan manuver politik yang dirancang Fauzan Haviz untuk mewujudkan keinginan menjadi orang nomor satu di Kota Bukittinggi pada masa mendatang?
Banyak pengamat mulai membaca bahwa kepemimpinan di PMI ini bisa saja menjadi strategi jangka panjang. PMI dipandang sebagai “organisasi cantik” yang menyentuh langsung lapisan masyarakat paling luas, sebuah panggung yang sangat strategis untuk membangun kedekatan dan kepercayaan rakyat menjelang tahun politik 2029.
Semua pihak kini menanti ke mana arah bahtera PMI Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan Fauzan Haviz? Apakah organisasi ini akan sepenuhnya berlayar di jalur kemanusiaan yang sangat dibutuhkan masyarakat, atau perlahan berbelok menjadi wahana pencitraan dan manuver politik? Waktu yang akan menjawabnya.
(mel)













