BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Antisipasi Covid-19, Pengunjung RSUD Adnaan WD Payakumbuh Di Screening Terlebih Dahulu

Payakumbuh—Dalam menghadapi pandemi global wabah bencana nasional Virus Corona (Covid-19), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adnaan WD Kota Payakumbuh mulai memberlakukan screening terhadap pengunjung dan pasien untuk diperiksa suhu tubuh dan mencuci tangannya dengan disinfektan, Senin (23/3).

Dikatakan Direktur RSUD dr. Adnaan WD dr. Elfriza Naldi, Sp.OG hal ini perlu dilakukan di pelayanan polikliknik rumah sakit, sesuai aturan untuk menyikapi wabah Covid-19.

“Kita tidak ingin wabah Covid-19 ini menyebar dan akhirnya membuat kita kewalahan nanti, sampai saat ini kita belum ada merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP), karena kita masih bisa merujuk,” katanya.

“Dalam suatu keadaan nantinya, mungkin saja ketika RSUP M. Djamil Padang dan RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi tidak mampu lagi menampung pasien suspect ataupun pasien positif Corona, maka mau tidak mau Kota Payakumbuh harus bersiap untuk memberikan bantuannya merawat pasien itu,” tambahnya.

Yang lebih penting lagi, kebijakan ini adalah bentuk pencegahan supaya tidak tejadi pasien ODP yang harus diperiksa, terlebih apalagi pasien yang tergolong PDP yang harus dirawat.

Di ruang tunggu, jarak pasien sudah diatur sehingga proses penyebaran covid-19 dapat dibatasi, dan juga ada tenda di luar oleh BPBD memberi ruang jarak antar pengunjung.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, namun ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita supaya wabah ini tidak merebak di kota kita,” ujarnya. ( benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *