BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Antisipasi Covid-19, Pengunjung RSUD Adnaan WD Payakumbuh Di Screening Terlebih Dahulu

Payakumbuh—Dalam menghadapi pandemi global wabah bencana nasional Virus Corona (Covid-19), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adnaan WD Kota Payakumbuh mulai memberlakukan screening terhadap pengunjung dan pasien untuk diperiksa suhu tubuh dan mencuci tangannya dengan disinfektan, Senin (23/3).

Dikatakan Direktur RSUD dr. Adnaan WD dr. Elfriza Naldi, Sp.OG hal ini perlu dilakukan di pelayanan polikliknik rumah sakit, sesuai aturan untuk menyikapi wabah Covid-19.

“Kita tidak ingin wabah Covid-19 ini menyebar dan akhirnya membuat kita kewalahan nanti, sampai saat ini kita belum ada merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP), karena kita masih bisa merujuk,” katanya.

“Dalam suatu keadaan nantinya, mungkin saja ketika RSUP M. Djamil Padang dan RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi tidak mampu lagi menampung pasien suspect ataupun pasien positif Corona, maka mau tidak mau Kota Payakumbuh harus bersiap untuk memberikan bantuannya merawat pasien itu,” tambahnya.

Yang lebih penting lagi, kebijakan ini adalah bentuk pencegahan supaya tidak tejadi pasien ODP yang harus diperiksa, terlebih apalagi pasien yang tergolong PDP yang harus dirawat.

Di ruang tunggu, jarak pasien sudah diatur sehingga proses penyebaran covid-19 dapat dibatasi, dan juga ada tenda di luar oleh BPBD memberi ruang jarak antar pengunjung.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, namun ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita supaya wabah ini tidak merebak di kota kita,” ujarnya. ( benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *