BERITA UTAMA

SMSI Luak 50 Gelar Halal Bihalal, Syafri Ario: Mari Rapatkan Barisan

Teks foto: Pengurus SMSI Luak 50 Payakumbuh - Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Luak Limopuluah menggelar halal bihalal pasca...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...

Antisipasi Covid-19, Pengunjung RSUD Adnaan WD Payakumbuh Di Screening Terlebih Dahulu

Payakumbuh—Dalam menghadapi pandemi global wabah bencana nasional Virus Corona (Covid-19), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adnaan WD Kota Payakumbuh mulai memberlakukan screening terhadap pengunjung dan pasien untuk diperiksa suhu tubuh dan mencuci tangannya dengan disinfektan, Senin (23/3).

Dikatakan Direktur RSUD dr. Adnaan WD dr. Elfriza Naldi, Sp.OG hal ini perlu dilakukan di pelayanan polikliknik rumah sakit, sesuai aturan untuk menyikapi wabah Covid-19.

“Kita tidak ingin wabah Covid-19 ini menyebar dan akhirnya membuat kita kewalahan nanti, sampai saat ini kita belum ada merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP), karena kita masih bisa merujuk,” katanya.

“Dalam suatu keadaan nantinya, mungkin saja ketika RSUP M. Djamil Padang dan RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi tidak mampu lagi menampung pasien suspect ataupun pasien positif Corona, maka mau tidak mau Kota Payakumbuh harus bersiap untuk memberikan bantuannya merawat pasien itu,” tambahnya.

Yang lebih penting lagi, kebijakan ini adalah bentuk pencegahan supaya tidak tejadi pasien ODP yang harus diperiksa, terlebih apalagi pasien yang tergolong PDP yang harus dirawat.

Di ruang tunggu, jarak pasien sudah diatur sehingga proses penyebaran covid-19 dapat dibatasi, dan juga ada tenda di luar oleh BPBD memberi ruang jarak antar pengunjung.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, namun ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita supaya wabah ini tidak merebak di kota kita,” ujarnya. ( benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *