BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...

Wali Kota Bukittinggi Tinjau TPST Termal Bukittinggi Atasi 40 Ton Sampah Dalam Sehari

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, — Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar tinjau proses pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) termal dengan teknologi pirolisis. Wako didampingi sejumlah SKPD terkait, meninjau lokasi di kawasan kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kamis (01/08).

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, pembangunan TPST ini, telah direncanakan pada 2023 lalu oleh Dinas Lingkungan Hidup. Karena saat ini Kota Bukittinggi rata rata menghasikan 100 sampai 120 ton sampah per hari dan dikirim ke TPA regional. Melalui TPST ini, Bukittinggi dapat mengolah secara mandiri, sampah unorganik sekitar 40 ton per harinya.

“Kita tinjau hari ini dilaksanakan guna memastikan proses pekerjaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) termal berjalan optimal. Sehingga target untuk mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA terealisasi, karena 40 ton bisa diolah secara mandiri,” ungkapnya.

Selain pembangunan TPST ini, Wako juga berharap agar masyarakat meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemilahan serta pengolahan sampah organik secara mandiri. Dengan langkah itu, tentu volume sampah yang dihasilkan dan harus dibuang ke TPA semakin dapat diminimalisir.

Pembangunan TPST ini, dilaksanakan oleh CV. Deltamas Kontruksindo dengan anggaran Rp2,8 M. TPST Bukittinggi ini, menggunakan sistem termal, pertama di Sumbar yang menggunakan teknologi pirolisis, yaitu teknik daur ulang yang dapat mengubah sampah unorganik menjadi suatu bentuk energi alternatif seperti minyak, gas dan arang.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *