Bulog Sumbar Janji Percepat Penyaluran Bantuan Beras, Warga Nunang Daya Bangun Belum Terima Bantuan Beras 30 Kg
SUMBAR – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Barat mengakui penyaluran bantuan pangan beras 30 Kg untuk 648.991 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Sumbar masih belum merata. Salah satunya di Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB), Kecamatan Payakumbuh Barat yang hingga 21 Oktober 2026 belum menerima bantuan tersebut.
Konfirmasi dilakukan kepada Perwakilan Bulog di Bukittinggi,Selasa siang (21/10). Terkait stok beras per 21 Oktober 2026, dirinya menjelaskan data tersebut belum dikirim karena BULOG saat ini masih manunggu surat Perintah salur dari BAPANAS.
Namun terkait instruksi pusat untuk melipatgandakan stok beras di wilayah rawan bencana termasuk Sumbar, pihak Bulog menyatakan optimis ketersediaannya.
Stok beras BULOG Bukittinggi saat ini 5.851 ton dan masih di Perjalanan 3.220 ton. Hal yang menjadi kendala saat ini kelangkaan /antrian bbm solar truk, dalam proses pengirman beras.
Menanggapi laporan warga Kelurahan Nunang Daya Bangun yang belum menerima bantuan, “Bulog beralasan jadwal pendistribusian memang selesai 30 September lalu, namun stok masih dalam perjalanan. Dan Bulog berjanji akan berusaha secepatnya menyalurkan bantuan sampai ke masyarakat penerima bantuan, kita tunggu surat perintah salur dari Bapanas, kalo ini telah terbit segera kita salurkan” jelasnya.
Diketahui pagu bantuan pangan Sumbar sebanyak 19,4 juta Kg, baru terealisasi 85,05% atau sekitar 16,5 juta Kg.
Bantah dan Klaim Semprot Rutin
Terkait isu yang beredar di media sosial tentang Beras Berkutu, pihak Bulog membantahnya, guna mengantisipasi persolan tersebut Bulog Klaim melakukan Semprot Rutin.
Menanggapi keluhan warga di media sosial soal beras bantuan yang berkutu, Bulog Sumbar mengaku tidak mengetahui adanya beras berkutu. Pihaknya mengklaim selalu melakukan penyemprotan hama secara berkala.
“Kami tidak tahu kalau ada beras yang agak berkutu. Karena kami selalu melakukan penyemprotan hama untuk kutu secara berkala, ada yang dilakukan 1 kali dalam sebulan dan ada juga yang 3 kali sebulan,. Kalopun ditemukan kutu kita lakukan pemberantasan kutu sebelum beras disalurkan,” tegasnya.
Harga Medium Tembus Rp 14.500, GPM Jalan di Mungka
Terkait harga beras medium di pasaran yang sudah menembus Rp 14.500 per Kg di atas HET Rp 12.100, Bulog menyebut hari ini Gerakan Pangan Murah (GPM) sudah berjalan di daerah Mungka, Kabupaten 50 Kota.
“Gerakan pangan murah ini tergantung permintaan daerah masing-masing,” ujarnya.
Di akhir konfirmasi, Bulog meminta agar masyarakat penerima bantuan pangan bersabar karena percepatan upaya pendistribusian selalu dilakukan.
-Hen Ciu-













