BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Tim 7 Kota Payakumbuh Gelar Sweeping ke Tempat Penyedia Makan Disiang Hari

Teks foto: Tim 7 kota Payakumbuh sweeping disalah satu rumah makan yang buka siang hari, Sabtu 23 Maret 2024.

 

 

 

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh—Tim 7 (tim gabungan) Payakumbuh yang dibentuk Pemerintah kota Payakumbuh), terdiri dari TNI, Polri, ASN dan Kejaksaan, gelar sweeping ke tempat-tempat penyedia makan di siang hari, Sabtu 23 Maret 2024.

Sweeping yang digelar Tim 7 ke tempat penyedia makan disiang hari itu, merupakan atas tindak lanjut dari laporan masyarat tetang adanya warung makan yang buka dan menyediakan makan pada siang hari di bulan suci ramadhan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Dony Prayuda melalui Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah (PPD) Ricky Zaindra, turut didampingi Kepala Bidang Tibum Tramas selaku koordinator lapangan dalam turunnya tim 7 kali ini, kepada wartawan, Sabtu 23 Maret 2024 saat sweeping disalah satu rumah makan di Payakumbuh, mengatakan, pihaknya
menjaga toleransi dalam keberagaman menjadi satu hal yang dijunjung tinggi dalam kehidupan sosial masyarakat.

Termasuk juga dalam saling menghormati antar sesama umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadan.

“Toleransi yang telah terjaga sudah lama ini jangan sampai dirusak dengan kehadiran tempat, rumah makan, cafe yang tetap buka di saat siang hari di bulan suci ramadhan ini,” ucapnya.

Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh pemilik usaha makanan dan minuman untuk bisa bekerja sama dan mendukung pelaksanaan ibadah puasa dengan cara tidak beroperasi selama waktu siang hari sampai waktu berbuka puasa tiba.

“Selama bulan suci ramadhan, kami mengimbau agar pemilik warung tidak mengoperasikan warung seperti biasa, dan agar tetap saling menghormati terhadap umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa,”tambah Ricky.

Adapun untuk razia yang digelar tim 7 kota Payakumbuh ini telah mendapat dukungan dan apresiasi dari masyarakat kota Payakumbuh, terutama dari kalangan umat muslim yang merasa dihormati kegiatan ibadah puasanya.

Ini menjadi salah satu bukti nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan ketertiban umum di bulan yang penuh berkah ini.

“Alhamdulilah, ini bertanda sinergitas warga dengan pemangku kebijakan berjalan dengan sangat baik dan lancar, sehingga jika ada ditemukan hal-hal yang dapat menggangu kenyamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, maka langsung diberitahukan kepada kami selaku pemangku kebijakan,”ajak Ricky.

Terpisah, Pj. Walikota Payakumbuh, Jasman kepada wartawan, Sabtu 23 Maret 2024, mengucapkan terimakasih banyak kepada warga kota Payakumbuh yang telah turut membantu menjaga dan mengawal dari kenyamanan serta keamanan selama bulan suci ramadhan.

Jasman mengungkapkan, dengan ditutupnya warung makan di bulan ramadhan bisa memberikan kekhusyukan ibadah selama menjalankan puasa.

“Jika imbauan terhadap rumah makan yang dilarang buka di siang hari tersebut bukan berarti pemerintah melarang para pedagang untuk berjualan. Namun, untuk meminimalisir hal-hal yang dapat menggangu ibadah puasa dari kaum muslim.

“Mari bersama-sama untuk kita dapat menjaga kekhusyukan ibadah di bulan suci ramadhan kali ini, agar kualitas ibadah kita di tahun ini, dapat lebih baik dari tahun sebelumnya,”jelas Jasman. (Nura)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *