BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Pemko Bukittinggi Gelar Rakor TKPK, Perkuat Sinergi Penanggulangan Kemiskinan

Pemko Bukittinggi Gelar Rakor TKPK, Perkuat Sinergi Penanggulangan Kemiskinan

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, — Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) menggelar rapat koordinasi di Aula Balaikota Bukittinggi, Rabu (24/9).

 

Pertemuan ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, sekaligus menyelaraskan arah kebijakan daerah dengan target penanggulangan kemiskinan nasional.

 

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, dalam arahannya menyampaikan, bahwa penanganan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial.

 

Menurutnya, kemiskinan ekstrem merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

 

Isu kemiskinan ekstrem tidak hanya menjadi tanggung jawab daerah, namun juga bagian dari agenda nasional dan global. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat menekan angka kemiskinan ekstrem hingga di bawah 1 persen pada 2025,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ibnu Asis mengatakan, bahwa pemerintah pusat telah menargetkan dua capaian besar, yaitu menurunkan kemiskinan ekstrem menjadi 1 persen pada tahun 2026, serta menurunkan kemiskinan nasional ke angka 4,5-1 persen pada 2029.

 

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan strategi menyeluruh yang meliputi penguatan basis data, penyaluran perlindungan sosial yang tepat sasaran, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“Data yang akurat akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang efektif. Pemerintah Kota Bukittinggi akan terus memperluas jangkauan perlindungan sosial yang inklusif serta memperkuat perekonomian lokal agar masyarakat dapat mandiri dan keluar dari kondisi kemiskinan,” tambahnya.

 

Melalui rakor ini, diharapkan TKPK Kota Bukittinggi semakin solid dalam menyusun dan melaksanakan program penanggulangan kemiskinan secara terarah dan berkelanjutan.

 

Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan Bukittinggi sebagai kota yang maju, inklusif, dan berkualitas.

(mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *