Inyiak Sarugo, Hidup Memprihatinkan Pemko Dan DPRD Terkesan Tutup Mata.
Payakumbuh 20 Juni 2025 — Tak jauh dari pusat pemerintahan, tepatnya di belakang gedung DPRD Kota Payakumbuh, berdiri sebuah rumah reyot berdinding seng tua dan beratapkan terpal yang mulai robek. Di dalam rumah sederhana itu, tinggal seorang lansia bernama Nurmasri Ahmad, atau yang akrab disapa warga sekitar sebagai Inyiak Sarugo.
Di usia senjanya, Inyiak Sarugo menjalani hari-harinya dengan penuh keterbatasan. Tak ada kamar yang nyaman, tak ada dapur yang layak hanya tungku kayu dan beberapa perabotan lama yang menemaninya memasak. Saat hujan turun, air masuk dari atap yang bocor. Di malam hari, udara dingin menerobos dinding seng yang bolong.

Melihat kondisi ini, para relawan dari Jumat Baitulmal Jumat Berkah — gabungan dari para pengusaha dan dermawan — datang langsung memberikan bantuan kepada Inyiak Sarugo. Mereka membawa bahan makanan dan kebutuhan harian, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Namun keprihatinan ini menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat mengapa seorang warga lanjut usia yang tinggal hanya sepelemparan batu dari kantor wakil rakyat bisa luput dari perhatian pemerintah?
“Kami sangat menghargai kepedulian para donatur, tapi ini juga seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Kota dan DPRD. Masa ada warga tinggal dalam kondisi seperti ini tepat di belakang gedung dewan? Apakah mereka tidak melihat?” ujar salah seorang tokoh masyarakat Sungai Pinago.
Bukan hanya soal tempat tinggal, kondisi Inyiak Sarugo mencerminkan minimnya perhatian sosial terhadap warga rentan. Ia tidak butuh janji politik, tapi uluran tangan nyata dalam bentuk bantuan pangan, perawatan lansia, dan kehadiran pemerintah di tengah kehidupan warganya.
Kini, masyarakat berharap agar pemerintah dan DPRD tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi benar-benar menjalankan amanat sebagai pelayan rakyat. Karena di belakang kantor DPRD itu, ada suara sunyi yang selama ini menanti bukan tepuk tangan, tapi pertolongan.
(Fajrihermanto)











