BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...

Banjir Lahar Dingin Marapi Terjang Proyek Jembatan Bukik Batabuah

Banjir Lahar Dingin Marapi Terjang Proyek Jembatan Bukik Batabuah

​

Agam, Payakumbuhpos.id, Kamis,(10 September 2026), — Banjir lahar dingin kembali menjadi ancaman dikawasan lereng Gunung Marapi, Kabupaten Agam. Aliran air bertekanan tinggi yang membawa kayu dan bebatuan besar mendadak menerjang lokasi pembangunan ulang jembatan di Nagari Bukik Batabuah pada Kamis sore. Pekerja langsung menghentikan seluruh aktivitas konstruksi demi keselamatan.

 

Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, menyampaikan, situasi awalnya kondusif. Ia bahkan melintasi lokasi sekitar 30 menit sebelum debit air meningkat pesat.

 

“Setengah jam sebelum kejadian saya lewat sana, tidak ada tanda-tanda apa pun,” ujarnya. Peringatan baru datang setelah, ia menerima laporan dari arah Nagari Sungai Pua.

 

Firdaus menjelaskan, bahwa hujan deras justru terjadi di kawasan hulu Gunung Marapi dan Batang Selasih, sementara di lokasi kejadian tidak turun hujan sama sekali.

 

Aliran air dari hulu membawa endapan material vulkanik melintas deras di bawah tapak jembatan, sehingga pelaksana proyek menghentikan sementara pengoperasian alat berat.

 

Peristiwa ini sekaligus membuktikan efektivitas penataan alur sungai yang diperlebar dan diperdalam pascabencana banjir bandang tahun 2024. Langkah tersebut terbukti mampu menampung lonjakan air dan mencegah luapan ke pemukiman warga. “Ini bukti nyata permintaan saya sejak bencana April–Mei 2024 lalu,” ungkap Firdaus.

 

Menjelang malam, debit air mulai surut dan kondisi kembali stabil. Pengerjaan jembatan direncanakan dilanjutkan pada Jumat pagi dengan pengawasan ketat terhadap perkembangan cuaca dan curah hujan di kawasan hulu gunung.

 

(mel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *