BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Paska Rusuh Wamena, 601 Urang Awak Pulkam

Kapolda Sumbar Irjen Polisi Fakhrizal (kiri) menyambut jenazah warga Sumbar korban kerusuhan Wamena (Ist)

Payakumbuhpos.com – Pemulangan pengungsi dari Wamena dan Jayapura asal Sumatera Barat ke kampung halaman oleh pemerintah daerah setempat sudah disetop.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan, total keseluruhan warganya yang kembali ke Sumbar pasca kerusuhan di ibukota Jayawijaya itu sebanyak 601 orang. Pemulangan dilakukan dalam beberapa gelombang menggunakan transportasi udara.

Putri Yanti (30) yang sempat kritis di RSUD Jayapura, Papua menjadi gelombang penutup pemulangan warga di Wamena asal Sumbar ke kampung halaman.

“Dalam catatan kita ini yang terakhir, Putri menjadi yang terakhir. Tetapi masih ada yang ingin pulang, tetapi kita lihat lagi nanti gimananya,” ucap Nasrul Abit.

Sementara, 213 orang diantaranya bertahan di ibukota Jayawijaya tersebut karena berbagai alasan, dan sudah mulai bekerja seperti biasanya, baik pedagang maupun Pegawai Negeri Sipil.

“Harapan kita yang di sana, tidak ada lagi keinginan untuk keluar, karena keamanan di Wamena sudah dijamin,” ucapnya.

Pemprov Sumbar akan mendata jika ada warga yang sudah kembali ke kampung halaman saat ini, memutuskan untuk kembali ke Wamena.

Namun, Nasrul Abit belum bisa memastikan biaya kembali ke Wamena akan di tanggung atau tidak.

“Untuk sisa donasi akan kita rapatkan lagi. Apakah akan dibagi habis ke semua warga yang pulang dan bertahan disana, atau diberikan sebagai bantuan modal. Ini akan segera kami bahas,” ucapnya seperti dikutip Gatra.com ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *