BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Paska Rusuh Wamena, 601 Urang Awak Pulkam

Kapolda Sumbar Irjen Polisi Fakhrizal (kiri) menyambut jenazah warga Sumbar korban kerusuhan Wamena (Ist)

Payakumbuhpos.com – Pemulangan pengungsi dari Wamena dan Jayapura asal Sumatera Barat ke kampung halaman oleh pemerintah daerah setempat sudah disetop.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan, total keseluruhan warganya yang kembali ke Sumbar pasca kerusuhan di ibukota Jayawijaya itu sebanyak 601 orang. Pemulangan dilakukan dalam beberapa gelombang menggunakan transportasi udara.

Putri Yanti (30) yang sempat kritis di RSUD Jayapura, Papua menjadi gelombang penutup pemulangan warga di Wamena asal Sumbar ke kampung halaman.

“Dalam catatan kita ini yang terakhir, Putri menjadi yang terakhir. Tetapi masih ada yang ingin pulang, tetapi kita lihat lagi nanti gimananya,” ucap Nasrul Abit.

Sementara, 213 orang diantaranya bertahan di ibukota Jayawijaya tersebut karena berbagai alasan, dan sudah mulai bekerja seperti biasanya, baik pedagang maupun Pegawai Negeri Sipil.

“Harapan kita yang di sana, tidak ada lagi keinginan untuk keluar, karena keamanan di Wamena sudah dijamin,” ucapnya.

Pemprov Sumbar akan mendata jika ada warga yang sudah kembali ke kampung halaman saat ini, memutuskan untuk kembali ke Wamena.

Namun, Nasrul Abit belum bisa memastikan biaya kembali ke Wamena akan di tanggung atau tidak.

“Untuk sisa donasi akan kita rapatkan lagi. Apakah akan dibagi habis ke semua warga yang pulang dan bertahan disana, atau diberikan sebagai bantuan modal. Ini akan segera kami bahas,” ucapnya seperti dikutip Gatra.com ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *