BERITA UTAMA

Elang Zanura Harumkan Nama SMPN 1 Kecamatan Situjuh Limo Nagari di Tingkat Nasional

Teks foto: Elang Zanura- Siswa kelas 9 SMPN 1 kecamatan Situjuh Limo Nagari.       Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota---Raih...
BERITA UTAMA

Wulan Denura Ajak Warga Payakumbuh Melihat Sejarah Nenek Moyang Kita, Dulu Seperti Apa?

Payakumbuhpos.id | Limapuluh Kota--- Pameran Festival Maek, kecamatan Bukik Barisan, kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, dibuka langsung ketua DPRD Sumatera...
BERITA UTAMA

Bawaslu Kota Bukittinggi Melantik 129 Anggota PTPS Se-Kecamatan Guguk Panjang

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Guguak Panjang,...
BERITA UTAMA

Bantai Minang Sejagat 3-0, ISSB Payakumbuh Raih Juara I di Turnamen Pospa Cup II

Payakumbuhpos.id| Payakumbuh---Diawali dengan membantai Minang Sejagat 3-0, akhirnya ISSB Payakumbuh keluar sebagai juara I U-14 setelah mengalahkan Victory 4-3 dalam...
BERITA UTAMA

Wulan Denura : Anggota Paskibraka Pondasi dalam Mencapai Cita-cita Kedepan

Teks foto: Wakil ketua DPRD kota Payakumbuh, Wulan Denura, S.ST.     Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Tiap tahun, tepatnya pada tanggal 17 Agustus,...

Paska Rusuh Wamena, 601 Urang Awak Pulkam

Kapolda Sumbar Irjen Polisi Fakhrizal (kiri) menyambut jenazah warga Sumbar korban kerusuhan Wamena (Ist)

Payakumbuhpos.com – Pemulangan pengungsi dari Wamena dan Jayapura asal Sumatera Barat ke kampung halaman oleh pemerintah daerah setempat sudah disetop.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan, total keseluruhan warganya yang kembali ke Sumbar pasca kerusuhan di ibukota Jayawijaya itu sebanyak 601 orang. Pemulangan dilakukan dalam beberapa gelombang menggunakan transportasi udara.

Putri Yanti (30) yang sempat kritis di RSUD Jayapura, Papua menjadi gelombang penutup pemulangan warga di Wamena asal Sumbar ke kampung halaman.

“Dalam catatan kita ini yang terakhir, Putri menjadi yang terakhir. Tetapi masih ada yang ingin pulang, tetapi kita lihat lagi nanti gimananya,” ucap Nasrul Abit.

Sementara, 213 orang diantaranya bertahan di ibukota Jayawijaya tersebut karena berbagai alasan, dan sudah mulai bekerja seperti biasanya, baik pedagang maupun Pegawai Negeri Sipil.

“Harapan kita yang di sana, tidak ada lagi keinginan untuk keluar, karena keamanan di Wamena sudah dijamin,” ucapnya.

Pemprov Sumbar akan mendata jika ada warga yang sudah kembali ke kampung halaman saat ini, memutuskan untuk kembali ke Wamena.

Namun, Nasrul Abit belum bisa memastikan biaya kembali ke Wamena akan di tanggung atau tidak.

“Untuk sisa donasi akan kita rapatkan lagi. Apakah akan dibagi habis ke semua warga yang pulang dan bertahan disana, atau diberikan sebagai bantuan modal. Ini akan segera kami bahas,” ucapnya seperti dikutip Gatra.com ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *