Pesan Camat Kamang Magek Ockta Rianda di Pengukuhan Puti Bungsu: Jaga Jati Diri, Sejalan dengan Program Bangkik dari Surau Bupati Benni Warlis
Pesan Camat Kamang Magek Ockta Rianda di Pengukuhan Puti Bungsu: Jaga Jati Diri, Sejalan dengan Program Bangkik dari Surau Bupati Benni Warlis
Kamang Magek, Payakumbuhpos.id, – Camat Kamang Magek Ockta Rianda, SE,M.AB, tampil sebagai pembina utama dalam Pengukuhan Pengurus Puti Bungsu Nagari Kamang Hilia Masa Bhakti 2026-2031 yang digelar di Gedung Guru Kecamatan Kamang Magek, Minggu (20/9/2026).
Di hadapan Ketua Bundo Kanduang Kabupaten yang diwakili Bundo Nedrawita, Ketua Bundo Kanduang Kecamatan Bundo Sitatusti, Wali Nagari Kamang Hilia Drs. H. Eryanson, Ketua Bamus, KAN, Bundo Kanduang Nagari, perangkat nagari, Wali Jorong, IKKS, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, serta seluruh tokoh masyarakat, Camat Ockta menegaskan, peran strategis Puti Bungsu.
Dalam sambutanya camat Ockta Rianda menyampaikan, atas nama Pemerintah Kecamatan mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan. “Pengukuhan ini bukan sekedar acara seremonial, tapi amanah adat,” tegasnya di hadapan puluhan remaja putri yang ia banggakan.
Menurut Camat Ockta, di Minangkabau, Puti Bungsu adalah simbol gadih Minang sejati, penerus Bundo Kanduang, Limpapeh Rumah Nan Gadang. Oleh karena itu, ia menitipkan tiga pesan penting yang harus menjadi pegangan. Pesan pertama, Jaga Jati Diri. “Jadilah remaja putri yang beradat dan beragama. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Pintar saja tidak cukup, harus beretika dan berakhlak,” pesannya.
Pesan kedua, Aktif dan Kreatif. Camat yang baru dilantik satu bulan ini berharap, Puti Bungsu untuk tidak hanya menunggu, tetapi membuat kegiatan positif seperti latihan tari tradisional, pelatihan marandang, tahfidz, dan pemberdayaan ekonomi pemula. “Tunjukkan bahwa Puti Bungsu bisa berkarya,” ujarnya.
Pesan ketiga, Jadi Contoh. Ia meminta adik-adik Puti Bungsu menjauhi narkoba, pergaulan bebas, dan pengaruh HP yang merusak, serta harus menjadi contoh bagi remaja lain di nagari.

Dalam kesempatan itu, Camat Ockta Rianda secara khusus mengaitkan pembinaan Puti Bungsu dengan Program Unggulan (Progul) Bupati Agam, Bapak Benni Warlis, yaitu “Bangkik dari Surau”. Menurutnya, semangat Bangkik dari Surau sangat relevan dengan keberadaan Puti Bungsu. Surau dan Rumah Gadang adalah dua pusat pendidikan karakter Minangkabau. Jika program Bupati mengembalikan peran surau sebagai pusat pembentukan akhlak dan ilmu agama bagi generasi muda, maka Puti Bungsu adalah implementasinya di kalangan remaja putri sebagai penjaga adat dan agama di Rumah Gadang.
“Apa yang dilakukan Puti Bungsu hari ini adalah wujud nyata Bangkik dari Surau. Dari surau kita bangkik dengan ilmu agama, dari Rumah Gadang kita bangkik dengan adat. Inilah kolaborasi untuk melahirkan generasi Agam yang Madani,” jelas Camat Ockta.
Kepada Wali Nagari dan Bundo Kanduang, Camat Ockta mengucapkan terima kasih dan memohon agar adik-adik Puti Bungsu terus dibimbing dan dibina, diberi ruang untuk belajar berorganisasi dan dilibatkan dalam setiap kegiatan nagari. Setelah sambutan, ia meminta seluruh pengurus baru untuk mengikuti dengan serius pembekalan Adat Istiadat dan Tingkah Laku Sehari-hari (Sumbang 12) yang disampaikan langsung oleh Bundo Nedrawita.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan penuh kebersamaan melalui tradisi Makan Bajamba yang masakannya disiapkan langsung oleh Bundo Kanduang Nagari Kamang Hilia. Tradisi makan bersama dalam satu talam besar ini menjadi simbol persatuan dan rasa syukur, sekaligus mempererat silaturahmi antara Camat Kamang Magek, pemerintah nagari, Bundo Kanduang, dan generasi penerus Puti Bungsu Nagari Kamang Hilia.
(Mel)













