BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Inyiak Sarugo, Hidup Memprihatinkan Pemko Dan DPRD Terkesan Tutup Mata.

Payakumbuh 20 Juni 2025 — Tak jauh dari pusat pemerintahan, tepatnya di belakang gedung DPRD Kota Payakumbuh, berdiri sebuah rumah reyot berdinding seng tua dan beratapkan terpal yang mulai robek. Di dalam rumah sederhana itu, tinggal seorang lansia bernama Nurmasri Ahmad, atau yang akrab disapa warga sekitar sebagai Inyiak Sarugo.

Di usia senjanya, Inyiak Sarugo menjalani hari-harinya dengan penuh keterbatasan. Tak ada kamar yang nyaman, tak ada dapur yang layak hanya tungku kayu dan beberapa perabotan lama yang menemaninya memasak. Saat hujan turun, air masuk dari atap yang bocor. Di malam hari, udara dingin menerobos dinding seng yang bolong.

Melihat kondisi ini, para relawan dari Jumat Baitulmal Jumat Berkah — gabungan dari para pengusaha dan dermawan — datang langsung memberikan bantuan kepada Inyiak Sarugo. Mereka membawa bahan makanan dan kebutuhan harian, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Namun keprihatinan ini menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat mengapa seorang warga lanjut usia yang tinggal hanya sepelemparan batu dari kantor wakil rakyat bisa luput dari perhatian pemerintah?

“Kami sangat menghargai kepedulian para donatur, tapi ini juga seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Kota dan DPRD. Masa ada warga tinggal dalam kondisi seperti ini tepat di belakang gedung dewan? Apakah mereka tidak melihat?” ujar salah seorang tokoh masyarakat Sungai Pinago.

Bukan hanya soal tempat tinggal, kondisi Inyiak Sarugo mencerminkan minimnya perhatian sosial terhadap warga rentan. Ia tidak butuh janji politik, tapi uluran tangan nyata dalam bentuk bantuan pangan, perawatan lansia, dan kehadiran pemerintah di tengah kehidupan warganya.

Kini, masyarakat berharap agar pemerintah dan DPRD tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi benar-benar menjalankan amanat sebagai pelayan rakyat. Karena di belakang kantor DPRD itu, ada suara sunyi yang selama ini menanti bukan tepuk tangan, tapi pertolongan.

(Fajrihermanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *