BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...
WISATA  

Di Padang, Dokter Tewas Dihantam Pohon Tumbang

PADANG – Ketika hujan dan badai melanda Kota Padang, tidak saja banjir yang menghadang warganya. Beberapa pohon yang berada di jalur utama ruas jalan Kota Padang juga menjadi ancaman bagi warga.

Seperti yang terjadi di jalan Enggang Raya, Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, seorang dokter residen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil harus meregang nyawa setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam pohon tumbang.

Peristiwa kecelakaan tunggal yang terjadi, Selasa pagi (10/7/2018) itu mengakibatkan korban bernama Prima (28) tewas dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di RSUP M Djamil Padang. Dokter muda ini tidak menyadari sebatang kayu jenis trembisi tumbang hingga ke badan jalan kawasan Air Tawar Barat. Korban menabrak pohon yang tumbang tersebut hingga merenggut nyawanya.

“Ya, kejadiaan sesudah shalat subuh. Lokasi tempat kejadian memang gelap, kemungkinan korban tidak mengetahui adanya pohon tumbang,” ujar Sutan hendra, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.

Sutan mengatakan, pohon dengan panjang 15 meter dan diameter 50 cm itu sudah tumbang sebelum dilintasi korban. Menurutnya, pohon itu tumbang akibat hujan disertai angin kencang yang melanda kawasan Kota Padang sejak Senin malam (9/7/2018).

“Korban dibawa pihak kepolisian ke RS Bhayangkara Polda Sumbar. Sedangkan kami langsung membersihkan material pohon tumbang,” ujar Sutan.

Sutan mengungkapkan, sedikitnya ada tiga kejadian pohon tumbang sepanjang Senin malam (9/7/2018). Pertama, pohon ketaping di jalan Padang-Painan. Ada juga pohon asam kandis yang menimpa rumah warga di Bungus Teluk Kabung dan terakhir pohon tumbang yang menewaskan pengendara motor.

Saat ini, kasus tewasnya dokter ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Namun pihak kepolisian belum memberikan komentar resminya.

Tata Tanur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *