BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Melalui Program Dosen Mengabdi Pulang Kampung, Pelaku UMKM Kota Payakumbuh Dapat Ilmu Dari Dosen IPB

Payakumbuh — Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Payakumbuh mendapatkan kesempatan emas untuk belajar ilmu baru tentang penerapan teknologi pengemasan dan pengawetan pangan pada industri olahan pangan dari Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) selama 2 hari.

Menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Dosen IPB Dr. Nugraha Edhi datang ke Kota Randang untuk menindaklanjuti kunjungan sebelumnya pada bulan Juni lalu terkait program Dosen Mengabdi Pulang Kampung LPPM-IPB University. Kegiatan pelatihan gratis itu dilaksanakan di kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh di Koto Nan Ompek.

Pada hari Rabu (10/8), pelatihan diikuti oleh 8 pelaku UMKM Galamai dengan materi prinsip pengawetan produk pangan dan gelamai serta teknik pengemasan dan pelabelan produk gelamai.

Sementara itu, untuk hari Kamis (11/8), peserta adalah 15 pelaku UMKM makanan dan minuman produk oleh-oleh khas payakumbuh dengan materi penggunaan bahan tambahan pangan yang tepat dan bijak, prinsip pengawetan produk pangan, keamanan pangan produk olahan pangan UMKM, serta teknik pengemasan dan pelabelan produk UMKM, serta penerapan GMP pada industri UKM olahan pangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler kepada media, Jumat (12/8) menyampaikan apresiasi kepada Dosen IPB Nugraha Edhi yang telah memilih Kota Payakumbuh sebagai tempat untuk berbagi ilmu kepada pelaku UMKM. Ilmu ini, kata Dahler sangat dibutuhkan oleh UMKM di Kota Payakumbuh untuk meningkatkan kualitas produknya.

“Selama ini kita hanya menjual cita rasa dan harga murah, sementara masih banyak produk yang kemasannya kurang bagus, model tidak menarik, dan belum ada uji keawetan makanan, yang ada baru sertifikasi halal, BPOM, dan higienis,” kata Dahler.

Dahler menambahkan, materi yang disampaikan oleh Dosen IPB itu adalah yang paling ditunggu-tunggu pelaku UMKM, riset dan uji coba kepada produk yang dilakukan oleh akademisi akan memberikan informasi kepada Pemko Payakumbuh dan pelaku UMKM sejauh mana produk olahan pangan bisa tahan dan bagaimana cara menjaga keawetan makanan serta pengemasan yang baik.

“Kami sampaikan apresiasi dan mendukung program ini,” tuturnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Dosen IPB Nugraha Edhi mengatakan dia adalah Sumando Urang Minang, istrinya adalah orang Luak Limopuluah yang kini tinggal di perantauan. Dia pada kesempatan liburan ke rumah mertuanya yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat sering menemukan fakta dimana produk gelamai yang dibeli untuk niat dijadikan oleh-oleh, meskipun baru dibeli dari tokonya selama 3 hari, semua produknya telah menjadi tengik dan tidak layak dimakan sehingga “gagal” untuk dijadikan oleh-oleh.

Temuan ini menggugahnya untuk melakukan pembinaan terhadap pengusaha gelamai di Kota Payakumbuh agar dapat menerapkan teknologi kemasan aktif, kemasan vakum atau teknologi pengawetan dengan BTP yang tepat jenisnya dan tepat dosisnya sehingga dapat meningkatkan umur simpan Gelamai hingga 1 sampai 3 bulan, tergantung dari Teknik pengawetan yang digunakannya.

“Selain produk gelamai, Kami juga membawa sampel produk UMKM lain ke kampus IPB untuk dilakukan pengujian dan akan memberikan saran perbaikan dari aspek kemasan dan teknologi proses pengawetannya,” pungkas Edhi. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *