BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...
BERITA UTAMA

DPD Pappri Sumbar Himpun Dana Bencana Alam Sumatera Barat

Teks foto: Kru Pappri Sumbar ikut sakaki menghimpun pencarian dana bencana alam Sumatera Barat.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Pasca...
BERITA UTAMA

Disorot Fraksi Golkar, Habiskan APBD Rp1,5 M, Kini Incinerator Sudah Menjadi Besi Tua

Teks foto: Wirman Putra-Juru Bicara Fraksi Golkar DPRD kota Payakumbuh.       Payakumbuhpos.id | Payakumbuh--- Gaung kasus incinerator di RSUD...
BERITA UTAMA

Lulus di ITB Lewat Jalur Undangan, YB. Dt. Parmato Alam Salurkan Bea Siswa

Teks foto: Yendri Bondra Dt. Parmato Alam salurkan bantuan bea siswa kepada Ranji Andiko yang lulus di ITB Bandung lewat...

Atlit Renang SD Asal Padang Panjang Bertanding ke tingkat Nasional

Payakumbuhpos.com –  Atlit renang tingkat Sekolah Dasar (SD) asal Kota Padang Panjang Wahyu Dian Alfath berhasil meraih juara 1 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Sumatera Barat. Kini, Wahyu giat berlatih untuk mewakili Sumatera Barat di ajang yang sama di tingkat nasional —

Jelang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional di Kota Semarang 26 Agustus mendatang, Wahyu Dian Alfath  (11 tahun) makin giat berlatih. 

Dibimbing oleh Nafrizal sang ayah yang juga merupakan pelatih renang, Wahyu  digembleng untuk memiliki ketahanan fisik yang prima, serta kecepatan saat berenang. Latihan yang dijalani berlangsung setiap Senin hingga Kamis pukul 4 sore, selama 2 jam di Pemandian Lubuk Mata Kucing.

Meskipun menggunakan peralatan  latihan fisik yang tergolong sangat sederhana, wahyu tidak mempermasalahkannya. Dua botol air  mineral 500 ml  yang diisi dengan pasir digunakan untuk melatih kekuatan otot tangan. Kemudian dua dirigen air berisi  dua setengah liter, digunakan untuk  melatih kekuatan otot tangan dan paha.

Zal memanfaatkan peralatan sederhana itu dengan alasan karena tidak mempunyai biaya untuk membeli perangkat latihan fisik.

“Saya gak punya duit untuk membeli barbel, ungkap Zal, Ayah dengan  7 anak itu. Kendati demikian sang ayah tak pernah merasa habis akal. Zal memiliki prinsip ” Indak Kayu Janjang Dikapiang”.  Apapun akan dia lakukan untuk menyalurkan bakat dan potensi sang anak.

Zal juga harus pintar – pintar mengakali asupan gizi untuk Wahyu. Karena selain Wahyu masih ada enam orang anaknya yang harus dia fikirkan kebutuhannya. Terkadang, Zal mesti memberi pengertian kepada anaknya lain, bila dalam porsi makan, Wahyu berlebih dari yang lain.

“Bila saya beli satu potong ayam, setengahnya saya beri untuk Wahyu dan setengahnya lagi untuk bersama,”

Disamping itu, untuk  asupan dalam meningkatkan stamina, wahyu biasanya hanya diberikan ramuan tradisional yaitu madu dan susu  kambing.”Pagi minum susu herbal dan madu, lalu sebelum tidur susu herbal dan madu,” ungkap sang ayah.

“Saya tetap semangat menyalurkan bakat anak, meski dibalik itu saya harus bersusah payah,”

Wahyu sebenarnya sudah dipersiapkan oleh Zal sejak tahun 2015 lalu. Zal telah membuat grafik perkembangan Wahyu lewat catatan waktu renang yang dia raih. Meski tak mendapat peringkat diawal keikutsertaannya dalam lomba, Zal telah melihat potensi anak dan lawan yang dia hadapi kedepannya. Menurut Zal, olahraga renang adalah olah raga yang terukur.

Berkat semangat dan latihannya yang keras,  akhirnya pada lomba renang O2SN  2018, Wahyu meraih juara 2 dan puncaknya meraih juara 1 di tahun 2019. Modal juara pertama inilah yang membawa Wahyu mewakili Sumatera Barat di tingkat Nasional.

Pada lomba renang O2SN Tingkat Sumatera Barat tahun 2019, Wahyu menjuarai diseluruh nomor perlombaan yang dia ikuti.

Antara lain, juara pertama 100 meter gaya bebas dengan catatan hasil 01.10. 97. Kemudian, juara pertama 50 meter gaya dada dengan catatan hasil 00.41.72, selanjutnya  juara pertama 50 meter gaya kupu -kupu dengan catatan hasil 00.37.10, lalu, juara pertama 50 meter gaya bebas dengan catatan hasil 00.31.98.

Wahyu telah berhasil mengukir sejarah Kota Padang Panjang sebagai atlit renang tingkat SD yang pertama, berlaga di tingkat nasional.

Dalam bincang bincang   Zal kepada Kominfo, Zal  mengatakan  ucapan terimakasih kepada Walikota Padang Panjang
H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano.

“Alhamdulillah, beberapa kali secara pribadi  Walikota turut membantu Wahyu,” kata Nafrizal.

Wahyu merupakan satu dari sekian banyak bibit atlet berbakat yang lahir di Kota Padang Panjang.

Inilah tugas pemerintah dan DPRD yang baru saja dilantik 13 Agustus yang lalu. Salah satunya  dihadapkan pada memperhatikan kesejahteraan para atlit.

Hal ini selaras dengan program dari Walikota Fadly Amran untuk memajukan olahraga serta peningkatan kesejahteraan para atlet di Kota Padang Panjang. Begitupun kesejahteraan pelatih dan pelaku olahraga. (Kom/Hrs/awe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *