Kadis DPMD/N Endra Amzar Tinjau Monev Ketahanan Pangan BUMNag Zigiran Mandiri Simpang Sugiran.
Lima Puluh Kota—PAYAKUMBUHPOS Ibarat pepatah” alam takambang jadi guru, Kamis, 2 Oktober 2025. Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, terus memperkuat komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Zigiran Mandiri, pemerintah nagari mengalokasikan 20 persen Dana Desa Tahun Anggaran 2025 untuk program strategis berbasis potensi lokal,Bibit ayam dan itik yang digunakan dalam program ini berasal dari Raja Wali PS, sebagai mitra penyedia bibit unggul yang dipercaya.
Tiga kegiatan unggulan yang dilaksanakan yakni pengembangan kebun talas, peternakan itik petelur, dan peternakan ayam ras petelur. Dari sektor peternakan unggas, BUMNag Zigiran Mandiri kini mengelola 1.120 ekor ayam ras petelur dan 300 ekor itik petelur, yang mulai dijalankan sejak 11 Juni 2025.
Kamis, 2 Oktober 2025. Pada hari ini dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ke Nagari Simpang Sugiran, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, terkait program ketahanan pangan yang digerakkan oleh BUMNag Zigiran Mandiri.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala DPMD/N Kabupaten Lima Puluh Kota, Endra Amzar, SH,Wali Nagari Simpang Sugiran Malkisran,Gusni Hendrix Camat Guguak, Sekretaris Nagari Ade Putra, serta jajaran perangkat nagari. Hadir pula unsur pendamping, yakni Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten, Pendamping Desa (PD), dan Pendamping Lokal Desa (PLD).
Dari pihak BUMNag Zigiran Mandiri, hadir Helvasri Yulianti (Direktur), Witi (Bendahara), Syahsial (Kepala Bidang Pertanian), dan A Dt Damu Anso (Kepala Bidang Peternakan). Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh pelaku usaha lokal seperti Hatta (pelaku usaha ayam ras petelur) dan Yuhelda (pelaku usaha itik petelur).
Wali Nagari Malkisran menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025, serta Kepmendesa PDT Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan.
“BUMNag Zigiran Mandiri menjadi ujung tombak nagari dalam mewujudkan kemandirian pangan. Kebun talas, itik petelur, dan ayam ras petelur adalah langkah nyata kita untuk memperkuat swasembada pangan sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat,” ujar Malkisran.
Sementara itu, Helvasri Yulianti, Direktur BUMNag Zigiran Mandiri, menambahkan bahwa program ini akan dikelola secara berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat nagari.
Sementara itu, Kepala DPMD/N Endra Amzar, SH, memberikan apresiasi terhadap langkah Nagari Simpang Sugiran. Menurutnya, pemanfaatan Dana Desa melalui BUMNag Zigiran Mandiri merupakan contoh konkret pengelolaan yang tepat sasaran. “Ini adalah bentuk keseriusan nagari dalam membangun kemandirian pangan. Harapan kita, Simpang Sugiran dapat menjadi model bagi nagari lain di Kabupaten Lima Puluh Kota,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, Nagari Simpang Sugiran diharapkan mampu menjadi model nagari mandiri di Kabupaten Lima Puluh Kota, yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(FajriHR).













