Porbbi Payolansek Kembali Hidupkan Tradisi Buru Babi di Payakumbuh.
Payakumbuh — Tradisi buru babi kembali digelar di Kota Payakumbuh. Ratusan penghobi olahraga buru babi tumpah ruah meramaikan kawasan perbukitan Solok Boncah, Kelurahan Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat, Minggu (7/9/2025). Sejak pagi, para peserta berdatangan ke lokasi perburuan yang dipusatkan di pinggir Jalan Diponegoro Payolansek.
Kegiatan yang dikenal dengan sebutan Semi Alek ini dipimpin langsung oleh Ketua Porbbi Payolansek Bersatu, Zulkanif Mitra atau akrab disapa BG Oji. Menurutnya, selain bertujuan membantu petani menanggulangi hama babi hutan, acara ini juga menjadi ajang kebersamaan antarpenggemar buru babi.
“Tujuan utamanya untuk membantu masyarakat petani dan pekebun dalam mengatasi hama babi hutan. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan persaudaraan antarpecandu buru babi, baik dari Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar BG Oji.
Tokoh muda Payolansek, Rindi Otoberia, turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, alek buru babi tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Luak Limopuluah.
“Tradisi ini mesti terus kita dukung. Selain membantu petani, juga menjadi ajang kebersamaan serta menjaga kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Randika Desfira menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran ratusan peserta menjadi bukti kuat bahwa tradisi buru babi masih dicintai masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak. Tanpa kebersamaan, acara ini tentu tidak akan berjalan dengan baik. Kehadiran peserta dalam jumlah besar membuktikan bahwa tradisi ini masih hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Randika menambahkan, kegiatan serupa akan terus digelar di berbagai daerah.
“Hari ini berlangsung di Payakumbuh, besok bisa di daerah lain. Inilah momen kita berkumpul, menjaga tradisi, sekaligus mempererat silaturahmi,” pungkasnya.
(FajriHR).











