BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Pjs Wali Kota Bukittinggi Dukung SSGI, Fokus Strategi Turunkan Prevalensi Stunting

Bukittinggi, Payakumbuh pos.id, — Pjs Wali Kota Bukittinggi, H. Hani Syopiar Rustam, menerima audiensi dengan Enumerator Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 dalam rangka Persiapan Pengumpulan Data Status Gizi Indonesia di Kota Bukittinggi. Pertemuan dilaksanakan di Balaikota, Senin, 28 Oktober 2024.

Pjs Wali Kota Bukittinggi, menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Bukittinggi pada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Hani juga ingatkan untuk jalin sinergi antara Dinas Kesehatan dengan tim surveyor. Sehingga data yang didapat dan diinput, benar benar data yang valid, agar didapatkan gambaran status gizi balita di Kota Bukittinggi.

“Zaman sekarang, data sangat penting. Data sangat mempengaruhi kebijakan yang akan diambil. Untuk itu, survey lapangan akan menghasilkan data yang valid, untuk diinput ke aplikasi. Ini yang butuh sinergitas dengan dinas kesehatan, agar tidak ada perbedaan data yang didapat tim dengan data yang tim kita dapat,” ungkap Pjs Wako.

SSGI adalah survei nasional yang dilakukan untuk memantau status gizi balita di Indonesia, meliputi stunting, wasting, underweight, dan overweight. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) akan dilakukan pada 60 blok sensus atau 600 rumah tangga selama 38 hari di Kota Bukittinggi.

Setelah audiensi, Pjs Wako langsung gelar rapat evaluasi atas program percerpatan penurunan stunting. Rapat itu diikuti Asisten I Setdako, Kepala Dinas kesehatan dan tim, serta Kepala DP3APPKB dan tim.

Hani S. Rustam menekankan, agar seluruh upaya harus dilakukan untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan capaian imunisasi bagi anak. Sosialisasi dari DP3APPKB terkait makanan dengan gizi baik sudah dilakukan, pemeriksaan kesehatan door to door masih yang perlu dilakukan agar semuanya berjalan baik.

“Kita evaluasi ini, catat apa saja kendalanya, termasuk izin dari orang tua. Kita harus sampaikan, bahwa imunisasi baik bagi anak, untuk kesehatan dan ketahanan tubuh mereka. Kita akan pacu ini, agar bermanfaat bagi kesehatan anak dan berdampak positif juga bagi keberlanjutan generasi pembangunan Kota Bukittinggi kedepan,” pesannya.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *