BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Palang Merah Indonesia Kota Bukittinggi Jadi Juri Lomba Pertolongan Pertama Se-Sumatera Barat

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,-– Tim relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi diberi kepercayaan sebagai juri dalam Lomba Pertolongan Pertama tingkat PMR Wira SMA se-Sumatera Barat, yang merupakan bagian dari kegiatan Concurrentie Koning V di SMA Negeri 2 Bukittinggi pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Akmal Musyarif, salah satu juri dari PMI Bukittinggi menyatakan, rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah, PMI Kota Bukittinggi dipercaya menjadi juri dalam lomba ini. Kami mengapresiasi keterlibatan para peserta yang bersemangat, serta kemampuan mereka dalam melakukan pertolongan pertama sesuai standar,” ujar Akmal.

Lomba ini menilai keterampilan peserta dalam beberapa aspek, termasuk urutan pelaksanaan pertolongan, keakuratan tindakan, komunikasi, dan penanganan sesuai kurikulum.

“Kami menilai sesuai prosedur ketat yang telah ditetapkan. Keputusan juri bersifat final, namun peserta dapat berdiskusi jika ada ketidaksesuaian,” tambah Akmal.

Emilda Yanis, S.Pd, M.Pd, pembina PMR di SMA Negeri 2 Bukittinggi, mengungkapkan bahwa acara ini diikuti oleh 15 sekolah dari Bukittinggi, Agam, dan Padang Pariaman.

“Penjurian dilakukan bersama PMI Bukittinggi sesuai dengan MoU yang kami sepakati sejak enam bulan lalu. Kami berharap lomba ini dapat memperkuat kerja sama antar sekolah dan mengembangkan kegiatan PMR di Sumatera Barat,” ucap Emilda.

Lomba ini tidak hanya memacu kemampuan siswa dalam pertolongan pertama tetapi juga mendorong kolaborasi dan persahabatan antar sekolah yang akan terus berlanjut demi kemajuan kegiatan PMR di wilayah Sumatera Barat.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *