BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Pjs Wako Hani Syopiar Rustam Minta TPID dan SKPD Terkait Samakan Persepsi Data Harga Pasar Bukittinggi

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id,– Pjs Wali Kota Bukittinggi, H. Hani Syopiar Rustam, meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan SKPD terkait untuk menyamakan persepsi dan menyiapkan strategi yang terbaik, untuk penginputan data harga barang. Hal ini akan berpengaruh terhadap upaya pengendalian Inflasi Daerah.

“Ini penting. Kita semua harus samakan persepsi, harus ada strategi, agar menjaga keakuratan data dan terus berkonsolidasi,” ungkap Hani, dalam rapat bersama TPID dan SKPD, menindaklanjuti arahan Mendagri terkait pengendalian inflasi di daerah, Senin, (7/10).

Hani menilai, keakuratan data menjadi hal penting untuk mengambil sebuah kebijakan. Data yang berbeda beda akan menyulitkan pemerintah dan juga membuat masyarakat resah.

“Pengendalian inflasi erat kaitannya dengan daya beli masyarakat dan kemiskinan. Dalam merumuskan kebijakan, memerlukan basis data yang akurat, salah satunya adalah data harga dan stok/pasokan bahan pokok dan penting (bapokting) yang berkelanjutan dan menyeluruh secara nasional ,” ungkapnya.

Untuk dapat keakuratan data itu, tim juga harus perhatikan lokus pasar yang di monitor, sampel pedagang, merujuk satuan harga dan satuan ukur dengan tepat.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *