BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Nagari Galugua Kembali Banjir, Banyak Rumah Terendam

Limapuluh Kota–Hujan dengan intensitas tinggi kembali melanda Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (10/01/22).

Akibatnya, puluhan rumah warga terendam banjir menyusul luapan Sungai Batang Kampar setinggi lutut dan sungai kecil lainnya di kawasan tersebut.

Menurut Ferizal Ridwan, solusi untuk penangan di galugua itu, pertama mesti dilakukan pengerukan sungai secara besar besaran dan materialnya dijadikan timbunan jalan dan jalan galugua tanjung jajaran yang 5 KM.

Kedua tranmigasi yang ada disana mesti dilanjutkan pembangunannya, sehingga kemudian akan bisa dipindahkan masyarakat yang tinggal dibantaran sungai itu ke bantaran tranmigasi.

“Intinya sekali merangkul dua dayung, tiga pulau terlampaui sekali dua, tiga hutang terbayar,” ucap Ferizal Ridwan yang akrab di sapa Buya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Wali Nagari Galugua Zulfahmi, menurutnya itu bukan pertama kali terjadi di galugua.

“Iya benar adanya banjir, namun untuk berapa banyak jumlah rumah terendam kami belum tau pasti,” pungkasnya.

Hal tersebut diungkapkan salah satu warga, hujan lebat yang terjadi membuat sungai meluap dan berakibat pemukiman masyarakat terendam. Jumlah rumah yang terendam di Jorong Koto Tangah Nagari Galugua itu mencapai puluhan rumah.

”Benar, ada beberapa rumah terendam air setinggi lutut di Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX, banjir yang merendam lahan pertanian serta masyarakat mengunakan perahu sampan , puluhan rumah warga juga terendam banjir akibat sungai Batang Kapur meluap,” tutupnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *