BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Masih Pandemi Covid-19 Pemko Payakumbuh Tidak Fasilitasi Pasa Pabukoan Tahun 2022

Payakumbuh–Sama seperti 2 tahun sebelumnya, setelah melalui banyak pertimbangan dan memperhatikan berbagai aspek, Pemko Payakumbuh masih belum bisa memfasilitasi Pasa Pabukoan untuk tahun 2022 ini, artinya telah 3 tahun ditiadakan karena masih adanya pandemi Covid-19.

Pasar ini biasanya digelar sejak hari pertama Bulan Ramadhan, di Jalan Sutan Usman, sebelah Rumah Makan Asia Baru, di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir dan dikhawatirkan berpotensi menyebar, karena pasa pabukoan yang kita fasilitasi itu tak kurang dari 200 lapak pedagang, tentu akan penuh sesak oleh pengunjung. Pihak Pemko Payakumbuh mempertimbangkan berbagai aspek, baik itu dari segi kesehatan, perekonomian, maupun ketertiban masyarakat.” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler kepada media, Minggu (27/3).

Dahler menambahkan walaupun Pemko Payakumbuh tidak memfasilitasi pasa pabukoan, tapi masyarakat tetap bisa berdagang seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan asalkan jangan sampai mengganggu ketertiban umum serta menghambat kelancaran lalu lintas.

“Kami berharap agar ekonomi masyarakat tetap hidup dan tetap tumbuh. Intinya kami tidak melarang, namun juga tidak memberikan fasilitas seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *