BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Masih Pandemi Covid-19 Pemko Payakumbuh Tidak Fasilitasi Pasa Pabukoan Tahun 2022

Payakumbuh–Sama seperti 2 tahun sebelumnya, setelah melalui banyak pertimbangan dan memperhatikan berbagai aspek, Pemko Payakumbuh masih belum bisa memfasilitasi Pasa Pabukoan untuk tahun 2022 ini, artinya telah 3 tahun ditiadakan karena masih adanya pandemi Covid-19.

Pasar ini biasanya digelar sejak hari pertama Bulan Ramadhan, di Jalan Sutan Usman, sebelah Rumah Makan Asia Baru, di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir dan dikhawatirkan berpotensi menyebar, karena pasa pabukoan yang kita fasilitasi itu tak kurang dari 200 lapak pedagang, tentu akan penuh sesak oleh pengunjung. Pihak Pemko Payakumbuh mempertimbangkan berbagai aspek, baik itu dari segi kesehatan, perekonomian, maupun ketertiban masyarakat.” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler kepada media, Minggu (27/3).

Dahler menambahkan walaupun Pemko Payakumbuh tidak memfasilitasi pasa pabukoan, tapi masyarakat tetap bisa berdagang seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan asalkan jangan sampai mengganggu ketertiban umum serta menghambat kelancaran lalu lintas.

“Kami berharap agar ekonomi masyarakat tetap hidup dan tetap tumbuh. Intinya kami tidak melarang, namun juga tidak memberikan fasilitas seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *