BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Buntut Absen di Pengukuhan PBNU, Cak Imin Terancam Dikudeta dari PKB

Jakarta, – Posisi Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terancam dikudeta. Menyusul putusannya tidak hadir di acara pengukuhan PBNU masa khidmat 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin kemarin (31/1).

Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, jika tidak hati-hati, posisi Cak Imin semakin terancam dari PKB. Sebab, sebagian besar pemilih dan kepengurusan PKB dari tingkat pusat dan daerah berasal dari NU.

“Sehingga dengan sangat mudah kalau ada keinginan untuk melakukan kudeta terhadap posisi Cak Imin saat ini,” ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/2).

Selain itu, lanjut Saiful, jika melihat sejarah di PKB sendiri, terdapat faksi-faksi yang tidak mungkin dihindari.

“Contoh misalnya, kekuatan atau gerbong Gus Dur yang hingga sampai saat ini masih terpental dari PKB. Saya kira kalau kekuatan tersebut kembali bermunculan, maka bisa jadi kekuatan itu yang dapat diakselerasikan untuk mendongkel posisi Cak Imin dari PKB,” papar Saiful.

Untuk itu, Saiful menyarankan agar Cak Imin harus sadar bahwa posisinya saat ini sangat rentan.

“Selain itu luka lama bisa jadi kembali bersemi, di mana ada sebagian orang yang memang tidak mengharapkan adanya kepemimpinan Cak Imin dalam PKB,” pungkas Saiful. (*)

Source : RMOL.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *