BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

10 Fakta Tentang Krimea, Wilayah yang Selalu Diperebutkan Rusia dan Ukraina

Jakarta – Krimea, dieja krim, adalah sebuah wilayah yang berada di Ukraina selatan.

Republik ini berbatasan dengan Semenanjung Krimea, terletak di antara Laut Hitam dan Laut Azov.

Krimea yang memiliki Luas 10.400 mil persegi sebelumnya merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman, kemudian direbut oleh Kekaisaran Rusia pada 19 April 1783, pada masa pemerintahan Catherine yang Agung.

Pada tahun 2014, Rusia secara diam-diam menginvasi dan mencaplok Krimea secara ilegal yang mana langkah tersebut dikecam oleh komunitas internasional.

Untuk mengetahui sejarah republik yang selalu diperebutkan oleh Rusia dan Ukraina ini, berikut 10 fakta tentang Krimea:

1. Rusia Hadiahkan Krimea ke Ukraina

Krimea telah menjadi bagian dari Rusia selama 200 tahun hingga tahun 1954, yaitu ketika wilayah ini diberikan kepada Republik Soviet Ukraina oleh Perdana Menteri Rusia saat itu, Nikita Khrushchev.

Keputusan itu diberikan untuk memperingati 300 tahun bersejarah atas bersatunya Ukraina dengan Tsar Rusia.

Pada saat itu, mereka tidak meramalkan bahwa Uni Soviet akan runtuh dan terpecah menjadi republik-republik yang terpisah.

Sehingga perbatasan antar wilayah harus dirundingkan kembali dan bahwa Ukraina akan kembali menjadi negara merdeka.

2. Pendapat Warga Krimea

Krimea memiliki 2 juta penduduk, di mana sekitar 60 persennya berbicara bahasa Rusia dan menganggap diri mereka orang Rusia.

Krimea adalah satu-satunya wilayah di Ukraina yang mayoritas berbahasa Rusia dan memiliki jumlah penutur bahasa Rusia terbanyak.

Nilai strategis Krimea

Pelabuhan Laut Hitam Krimea menyediakan akses cepat ke Mediterania, Balkan dan Timur Tengah yang telah dicari oleh sebagian besar kerajaan termasuk Romawi, Ottoman, Rusia, Inggris dan Prancis serta Nazi Jerman.

Rusia memiliki pangkalan angkatan laut penting di Sevastopol (pelabuhan terbesar kedua di Ukraina).

Pelabuhan Sevastopol adalah hasil perjanjian antara kedua negara (Rusia dan Ukraina) pada tahun 1997 yang bisa ‘disewa’ oleh Rusia dari Ukraina.

Sevastopol berfungsi sebagai rumah Armada Laut Hitam Rusia yang mana pelabuhan ini memberikan akses langsung Angkatan Laut rusia ke Laut Mediterania.

4. Nilai Ekonomi

Cadangan minyak dan gas lepas pantai Krimea akan memperkuat posisi Rusia sebagai salah satu produsen energi utama dunia.

Krimea memiliki beberapa ladang gas alam serta dua ladang minyak, baik di darat maupun di lepas pantai di Laut Hitam.

Rusia menaklukkan Krimea pada tahun 1783 di bawah Catherine yang Agung.

Selama lebih dari tiga abad sebelumnya, Krimea telah menjadi negara yang diperintah oleh Tatar Krimea yang tunduk pada Kekaisaran Ottoman.

Kekaisaran tersebut menggunakan wilayah Krimea sebagai basis untuk perdagangan budak yang cukup besar, yaitu kurang lebih 2 juta budak yang berasal dari Rusia dan Ukraina.

6. Perang Krimea

Pada tahun 1853, Perang Krimea dimulai, yang berlangsung selama 3 tahun dengan Krimea menjadi lokasi pertempuran utama.

Kekaisaran Rusia kalah dari aliansi Kekaisaran Ottoman, Prancis, Inggris dan Sardinia. Namun, Krimea tetap menjadi bagian dari Rusia.

7. Perang Dunia II

Uni Soviet kehilangan kendali atas Krimea ke tangan Nazi Jerman pada Perang Dunia II dengan Sevastopol bertahan sampai tahun 1942.

Di tahun yang sama Uni Soviet menyerah setelah berbulan-bulan perang yang dibayangi pengepungan dan pemboman udara yang intens.

Setelah Perang Dunia II, Rusia merebut kembali Krimea dan menjadi provinsi Uni Soviet yang disebut Oblast Krimea.

Muslim Tatar

Muslim Tatar telah tinggal

di wilayah Krimea selama ratusan abad, sebelum Rusia mencaplok Krimea pada tahun 1783.

Stalin mengusir mereka secara paksa setelah Perang Dunia II, karena mereka diduga bekerja sama dengan Nazi selama pendudukan.

Banyak kaum muslim Tatar yang telah kembali ke Krimea terutama pada 1980-an dan 1990-an.

9. Runtuhnya Uni Soviet

Setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, Presiden Boris Yeltsin (yang saat itu perdana menteri Rusia) secara tak terduga tidak berusaha untuk mendapatkan kembali Krimea untuk Rusia selama negosiasi dengan Ukraina.

Dengan demikian Krimea menjadi bagian dari Ukraina yang baru merdeka.

10. Dampak Ekonomi

Telah dihitung bahwa Rusia dapat menghabiskan 38 miliar rubel ($ 1 miliar) per tahun untuk meningkatkan pendapatan per kepala di Krimea ke tingkat yang sama dengan daerah termiskin di Rusia.

Beberapa analis keuangan (JP Morgan dan Bank Finlandia) memperkirakan bahwa Krimea akan membebani Rusia 1 persen dari pertumbuhan ekonominya tahun ini, dan akhir pekan Krimea menyebabkan indeks RTS Rusia merosot 12 persen.

Source : Zonabanten.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *