BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

GOR Tipe B Tanjung Pauh Resmi Diberi Nama GOR “Nan Ompek”.

Payakumbuh – Sejak diresmikan bulan Desember lalu yang juga bertepatan dengan HUT Kota Payakumbuh yang ke 51, akhirnya Gedung Olah Raga (GOR) tipe B Tanjung Pauh resmi diberi nama GOR “Nan Ompek”.

Sebelum peresmian nama GOR tersebut, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, bersama Wakil Bupati Solok Selatan, Wakil Bupati Pasaman, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Forkopimda Kota Payakumbuh, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh serta goweser Kota Payakumbuh melakukan gowes yang dimulai dari rumah dinas wali kota menuju kawasan wisata Batang Agam yang memanjakan mata dan finish di GOR tipe B Tanjuang Pauh.

Kenapa GOR tersebut dinamakan Nan Ompek?

Berdasarkan falsafah adat Minangkabau yang berpangkal dari nilai dasar adat Minangkabau yang empat, yaitu budi, akal, ulemu, mungkin dan patut.

Sebelum islam masuk, falsafah adat Minangkabau adalah adat basandi alua, rumah basandi batu. Dan setelah islam masuk, membawa ajaran syara’ yang empat, yaitu hakekat, tarekat, ma’rifat dan syari’at. Dan setelah itu falsafah tersebut diganti dengan syara’ mangato, adat mamakai.

Selain itu dalam adat juga dikenal istilah, adat nan ampek, kato nan ampek, hukum nan ampek, undang nan ampek serta nagari nan ampek.

Selain filosofi diatas, penamaan ini juga dianugerahi dari gelar Wali Kota Payakumbuh sebagai pemimpin daerah yang telah menggagas berdirinya GOR ini sebagai Datuak ka Ompek Suku. Dan secara geografis GOR ini berada di Kanagarian Koto Nan Ompek.

“Alhamdulillah, akhirnya GOR tipe B kita ini sudah diberi nama. Mudah-mudahan gedung ini bisa dimanfaat dan masyarakat kita juga semakin bugar dengan sarana olah raga ini,” kata Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi saat peresmian nama GOR tipe B di Tanjung Pauh, Rabu (07/09) sore.

Dikesempatan itu juga Wako Riza Falepi juga melukan peletakan batu pertama pembangunan arena sepatu roda yang berlokasi disebelah GOR Nan Ompek.

“Semoga dengan fasilitas olah raga yang telah kita bangun bersama ini bisa melahirkan atlit-atlit yang terus mengharumkan nama Kota Payakumbuh,” harapnya.

Setelah itu Riza Falepi bersama rombongan menuju lapangan sepak bola bertaraf nasional itu untuk bermain sepak bola mengikuti laga eksebisi antara tim Pemko Payakumbuh berhadapan dengan tim Pemprov Sumbar.

Tim Pemko Payakumbuh di komandoi oleh Wako Riza Falepi sedangkan kapten tim Pemprov Sumbar langsung diambil alih oleh Kadis Pariwisata Prov. Sumbar.

Sejak menit awal jual beli serangan terjadi antara Pemko Payakumbuh dan Pemprov Sumbar. Berkat kepiawaian Wako Riza Falepi mengocek sikulit bundar umpan terobosannya kepada Yudifo Yandri (madin) yang bekerja di Dinas Pertanian Kota Payakumbuh berbuah gol.

“Luar biasa Pak Wali ini, selain pintar membangun Kota Payakumbuh ternyata juga jago bermain sepak bola,” kata komentator laga eksebisi yang diiringi tepuk tangan penonton.

Akhirnya menjelang laga berakhir tim Pemrov Sumbar berhasil menyamakan kedudukan. Dan pertandingan berakhir imbang sampai pluit tanda berakhir pertandingan ditiup oleh wasit. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *