BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata

TIGA SKANDAL DI DINKES AGAM: Kasus Asusila Magek Menggantung, Sopir Merasa Ditinggalkan Kadis, Rangkap Jabatan Wartawan Pemkab Tutup Mata  ...
BERITA UTAMA

Heboh! Masyarakat Tarok Pertanyakan Sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH — Heboh, masyarakat Tarok pertanyakan terbitnya sertifikat atas Ex Kantor Lurah Tarok yang Diklaim Pemko Payakumbuh. Hal tersebut sempat...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan

Diduga Abaikan Perintah Bupati, Kadis Kesehatan Agam Dituding Tutupi Kasus Asusila di Puskesmas Magek Selama 9 Bulan   *AGAM, Payakumbuhpos.id*...
BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...

Dipertanyakan, Kelangkaan Pupuk di Kota Padang

PADANG – Kelangkaan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kota Padang dipertanyakan, dan dibahas oleh Walikota Padang Hendri Septa, perwakilan distributor pupuk dan perwakilan kelompok tani, (14/2)

Dalam pertemuan tersebut dicarikan solusi terkait masalah kelangkaan pupuk sesuai informasi yang berkembang dari petani beberapa waktu lalu.

“Setelah diskusi itu ternyata pupuknya tidak langka. Cuma adanya keterlambatan bongkar muat kapal yang membawa pupuk di pelabuhan. Yang seharusnya tiba di awal Januari kenyataan sampai akhir Januari,
Kapal tersebut baru bisa sandar di Pelabuhan Teluk Bayur,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Syahrial.

“Penyaluran pupuk subsidi ini memang seharusnya tidak boleh terlambat, sebab petani masa tanamnya sudah jelas kapannya dan di masa awal tanam pupuk pun harus tersedia,”.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat menjelaskan untuk kebutuhan pupuk subsidi di Kota Padang mencapai 3.600 Ton per tahun. Sedangkan yang baru bisa dipenuhi hanya 1.675 Ton, terdiri dari dua masa tanam.

“Sementara sawah yang harus diberi pupuk di Kota Padang seluas 5.216 hektar dengan rata-rata dua kali masa tanam dalam setahun menggunakan pupuk sebanyak 2.500 Ton lebih. Inilah yang harus dipenuhi untuk petani kita di Kota Padang yang lebih kurang sesuai data yang dikumpulkan berjumlah lebih kurang 11.314 orang,”.

Agar tidak ada ketergantungan menggunakan pupuk kimia ia juga menganjurkan petani beralih memakai pupuk organik. Diantaranya memakai pupuk darah sapi cair, salah satunya hasil karya ilmiyah siswa SMK-SMAK Padang yang sudah di patenkan.

“Pupuk tersebut hasilnya sangat memuaskan dan telah disosialisasikan kepada para petani khususnya di wilayah Kecamatan Pauh dan di daerah lainnya di Sumatera Barat (Sumbar).

Apalagi bahan untuk membuat pupuk organik cair dari darah sapi ini mudah didapatkan di rumah potong hewan,”.

Ajis dari perwakilan distributor pupuk urea di Kota Padang senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Wali Kota Padang terkait masalah ketersediaan pupuk bagi petani di Kota Padang. Hal yang sama juga diutarakan Akmal Tanjung salah satu pemilik kios pupuk di Padang. (richard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *