BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Wawako Erwin Yunaz Buka Perhelatan Pacu Jawi Tradisional

Payakumbuh – Wakil Wali Kota Payakumbuh membuka perhelatan pacu jawi tradisional batali sikek, yang diselenggarakan oleh Persatuan Olah Raga Pacu Jawi (PORWI) Kota Payakumbuh selama dua hari.

Pacu jawi batali sikek ini cuma ada di Luak Limo Puluah dan tidak akan ditemukan di daerah lainnya, karena pada saat pacuannya sapi tidak ditunggangi oleh joki melainkan joki yang mengikuti irama saat sapi tersebut berlari.

Dan Uniknya lagi pacu jawi ini seluruhnya diikuti oleh sapi betina produktif dan tidak ada sapi jantannya. Itulah yang membedakan pacu jawi ini berbeda dengan pacu jawi yang diselenggarakan di daerah lain.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Payakumbuh yang diwakili YB. Dt. Parmato Alam, Anggota DPRD Opetnawati, Polres Payakumbuh, Kodim 0306/50 Kota, Kadis Parpora Desmon Corina, Camat Payakumbuh Timur, Lurah Koto Baru, Niniak Mamak serta warga masyarakat.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz mengatakan Pacu Jawi merupakan warisan Kota Payakumbuh apalagi yang batali sikek ini cuma ada di Luak Limo Puluah. Dan telah menjadi permainan tradisional anak nagari di Payobasuang, Talawi dan beberapa daerah lainnya.

“Mengingat Payakumbuh merupakan daerah strategis yang memiliki ragam adat budaya, maka ini patut kita lestarikan dan menjadi salah satu magnet untuk menarik wisatawan ke Payakumbuh,” kata Wawako Erwin Yunaz kepada media di lokasi Pacu Jawi Kelurahan Koto Baru, Senin (20/09).

Wawako menyebut saat ini Pemko Payakumbuh tengah mengusulkan Pacu Jawi Batali Sikek ini untuk ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

“Insyaallah nantinya juga bisa diakui oleh UNESCO sebagai Intagible Culture Heritage. Dimana tahun 2020 lalu Pacu Itiak sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia,” ungkapnya.

“Pemko Payakumbuh juga selalu mensuport kegiatan permainan anak nagari melalui anggaran di Dinas Parpora. Dan terimakasih kepada PORWI dan seluruh panitia yang telah mensukseskan kegiatan ini,” tukuknya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Payakumbuh yang diwakili YB. Dt. parmato Alam mengatakan DPRD Kota Payakumbuh juga berkomitmen meningkatkan pelestarian kegiatan anak nagari ini dengan harapan menjadi momentum untuk kebangkitan budaya dan tradisi anak nagari kedepannya.

“Kita di DPRD juga akan terus mengawal penganggaran untuk kegiatan anak nagari ini dan juga diharapkan Disparpora memasukkannya kedalam agenda rutin pariwisata Kota Payakumbuh,” ucapnya.

Lebih lanjut ketua PORWI Kota Payakumbuh Syafwan Saleh menyebut jumlah jawi yang ikut ambil bagian pada perhelatan kali ini berjumlah lebih kurang 60 ekor yang berasal dari Luak Limo Puluah.

“Untuk hari ini kita akan mempertandingkan sebanyak delapan race. Dan besoknya akan dilangsungkan pacu bokonya dengan hadia utama satu ekor kambing,” terangnya.

“Dan diharapkan, kedepannya kita tetap mendapat dukungan dari Pemko Payakumbuh agar acara ini terus berlangsung dan terus kita lestarikan,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut juga ditampilkan kesenian silek dalam boncah yang merupakan binaan dari Disparpora Kota Payakumbuh. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *