BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Warga Padang Sikabu, Bangun Jembatan Tani Permanen Secara Swadaya

PAYAKUMBUH,- Petani di Kelurahan Padang Sikabu, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Kota Payakumbuh kini berbangga hati. Kenapa tidak, di kelurahan pemerakan tersebut, kini sudah membentang jembatan permanen sebagai akses ke kawasan pertanian warga setempat.

Yang lebih menariknya, jembatan tani itu, tidak dibangun dengan anggaran pemerintah melainkan dengan swadaya masyarakat setempat demi lancarnya transportasi ke kawasan pertanian di Padang Sikabu. Suksesnya pembangunan jembatan yang membentang di sungai Batang Pulau itu, juga tak terlepas atas bantuan dan dukungan dari tokoh masyarakat setempat, Syafrizal. Termasuk bantuan bahan bangunan.

Diceritakan Syafrizal, jembatan sungai Batang Pulau terletak di kawasan Ambacang. Dulu jembatan itu masih terbuat dari bambu. Sehingga setiap enam bulan sekali, jembatan sudah rusak dan terpaksa diperbaiki.

Karena sudah sering rusak, akhirnya masyarakat setempat sepakat untuk mengganti jembatan secara permanen. “Alhamdulillah partisipasi masyarakat sangat tinggi. Semua bergotong royong demi memperbaiki jembatan. Semua dilakukan secara swadaya”ucap Syafrizal.

Angggota DPRD Kota Payakumbuh itu menjelaskan, jembatan yang baru dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang dengan panjang 12 x 1,70 meter. “Tenaga Goro murni dari masyarakat Padang Sikabu dibawah arahan Ketua LPM Pak Andra. Gotong royong pun berjalan semarak. Masyarakat saling bahu-membahu mengerjakan pembangunan jembatan,” ucapnya.

Kini, kata Syafrizal, jembatan sudah permanen, sudah kuat dan bisa digunakan masyarakat ke sawah dan ladang mereka yang berada di seberang sungai Batang Pulau. “Alhamdulillah. Mudah-mudahan jembatan bermanfaat,” ucap Syafrizal tokoh masyarakat Lamposi Tigo Nagori. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *