Wali Kota Bukittinggi Klarifikasi Terkait Hubungan Inses Ibu dan Anak Melalui Vidio serta Bantahan Keluarga, Polisi Langsung Lakukan Penyelidikan
Bukittinggi, Payakumbupos.id,– Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar dilaporkan usai menyampaikan informasi adanya hubungan inses antara ibu dan anak di Bukittinggi, Sumatera Barat. Erman Safar dilaporkan karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik keluarga terduga.
Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Fetrizal mengatakan, sudah ada 8 saksi diperiksa untuk mengetahui kebenaran adanya hubungan inses di Bukittinggi.
“Benar sudah ada 8 saksi yang kita periksa terkait kasus Wali Kota Bukittinggi,” ungkapnya, Kamis (29/6).
Para saksi yang diperiksa merupakan keluarga yang dituding melakukan hubungan inses, warga dan ninik mamak (lembaga adat).
Selanjutnya, polisi akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap dinas atau organisasi yang menggelar acara sosialisasi saat Erman menyampaikan adanya hubungan inses.
“Senin kita jadwalkan pemanggilan dinas terkait. Sekarang kan masih libur,” lanjutnya.
Sebelumnya, Erman Safar mengaku dalam vidionya yang tayang saat akan jumpa pers bersama Kominfo dengan wartawan ditunda karena Wako Erman Safar tidak ditempat, disampaikan klarifikasi dalam vidio tersebut adanya hubungan inses ibu dan anak, diketahui dari lembaga resmi naungan Kementerian Sosial.
“Awalnya, saya mendapat informasi dari lembaga resmi yang telah memperoleh izin. Ada warga Bukittinggi yang sedang direhabilitasi di tempatnya,” tuturnya
Setelah mendapat informasi tersebut, Erman Safar mengunjungi lokasi karantina anak yang diduga melakukan hubungan inses.
“Dalam kunjungan itu, disampaikan oleh pengelola, diduga ada perbuatan salah satu anak di dalamnya itu melakukan hubungan (inses) dengan ibunya,” imbuhnya.
Kemudian, informasi tersebut disampaikan dalam acara sosialisasi di rumah dinas Wali Kota pada, Rabu,(21/6/2023).
“Saya sampaikan keadaan dengan bentuk informasi yang sudah kami olah lebih general, tidak menyebut nama,” tandasnya.
Ia mengaku kaget ketika informasi adanya warga Bukittinggi melakukan hubungan inses ramai di media sosial.
Lalu kemudian itu viral, itu di luar sepengetahuan kami dan kami tidak pernah meminta wartawan dari awal kita mendapati perbuatan penyimpangan ini untuk diberitakan,” jelasnya.
AKP Fetrizal mengatakan, kendala dalam proses penyelidikan yakni kondisi kejiwaan terduga pelaku yang belum stabil.
“Terduga pelaku telah kami interogasi, apakah benar memang ada inses dengan ibu kandungnya. Namun, keterangan yang diberikan berubah-ubah dan tak jelas,” terangnya.
“Orang tuanya juga telah kami interogasi, ibunya membantah telah melakukan inses dengan anaknya.”tambahnya.
Pihak keluarga membantah adanya hubungan inses, namun polisi terus melakukan upaya penyelidikan.
“Ibunya juga mengakui jika pelaku diduga dalam kondisi mental yang tak baik,” katanya.
Berujung Si ibu, EY, melaporkan Wako Erman Safar karena disebut telah menyebarkan berita hoaks. Selain itu, EY menganggap Wako Erman Safar telah mencemarkan nama baik keluarganya.
“Kami buat laporan karena pencemaran nama baik, (saya) disebut inses dengan anak sendiri,” ungkap EY, Senin (26/6/2023).
Ia mengaku datang ke Mapolresta Bukittinggi untuk membantah semua informasi yang disampaikan Wako Erman Safar tidak benar yang kini telah beredar luas di media sosial.
“Harusnya sebelum dibeberkan ke publik, di konfirmasikan dulu ke ibunya, saya keberatan dengan yang disampaikan Wako Erman Safar dalam sosialisasi tersebut, ini pencemaran nama baik keluarga kami,” jelasnya.
EY meminta kepolisian untuk mengusut laporannya dan memperbaiki lagi nama baik keluarga yang telah tercoreng akibat informasi yang dilontarkan Wako Erman Safar tersebut.
“Kami sekeluarga merasa sangat dirugikan, isu itu (inses) kan, pencemaran nama baik, agama, keluarga kami, ekonomi kami,” sambungnya.
EY datang ke Mapolresta Bukittinggi didampingi anak pertamanya yang berinisial VA.VA juga menyebut isu adanya hubungan inses antara adik dengan ibunya tidak benar.
“Kami lapor ke Polresta, supaya kasus ini bisa diperjelas. Karena kami dari pihak keluarga sama sekali tak ada melakukan seperti isu yang kini tengah viral (inses),” pungkas VA.
#(mel)













