BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Wako Erman Safar Bebaskan Iuran Komite untuk Ringankan Beban Masyarakat

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, – Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, ada beberapa pengeluaran masyarakat yang rutin, seperti kebutuhan pokok, kesehatan dan pemenuhan pendidikan. Dari dasar ini, Wako melihat bahwa biaya pendidikan menjadi salah satu prioritas untuk dibebaskan, Senin,(8/5).


Pemko Bukittinggi sudah jalankan program subsidi uang komite sekolah SMA, untuk pelajar tingkat SMA se-Kota Bukittinggi. Program yang telah berjalan sejak 2022 ini, dinilai berhasil mengurangi beban masyarakat, khususnya bidang pendidikan.

“Kita ingin kurangi beban masyarakat. Untuk bidang pendidikan ini, salah satu cara dengan mensubsidi iuran komite pelajar tingkat SMA. Jangan rakyat dibebankan dengan biaya biaya. Tugas negara untuk hadiri disana. Biarkan mereka belajar, biarkan mereka memenuhui kebutuhan pendidikannya tanpa beban apapun,” kata Wako.

“Pemko Bukittinggi gunakan APBD dalam bentuk BKK, sebesar Rp9,4 milyar lebih kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Barat. Selanjutnya, Pemprov yang menyalurkannya ke SMA Negeri,” tambah Wako.

Wako juga menambahkan, Pemko Bukittinggi juga anggarkan dana hibah Rp4 miliar lebih, untuk bantuan komite pelajar SMA swasta, melalui metode hibah.

Terobosan Pemko Bukittinggi ini disambut positif oleh Komite setiap sekolah dan juga para pemerhati pendidikan Sumatra Barat. Dengan bantuan itu, berdampak pada kemudahan masyarakat, khususnya pelajar untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan kualitas pendidikan bagi sekolah masing-masing.

Ketua Komite SMAN 5 Bukittinggi, Rinaldi Sikumbang, menjelaskan, iuran komite dapat digunakan untuk melaksanakan program yang tidak ter-cover dengan biaya sekolah, melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Ketika digunakan untuk infrastruktur, iuran komite dapat meningkatkan sarana prasarana demi kualitas pendidikan sekolah, selain itu, iuran komite dapat digunakan untuk biaya ikutserta olimpiade dan kegiatan positif lainnya.

“Iuran komite ini, kami lebih elok menyebutnya sumbangan sukarela. Ini diatur dalam Pemendikbud nomor 75 tahun 2016. Dengan adanya bantuan dari Pemko Bukittinggi, ini sangat luar biasa, sangat membantu pelajar kita untuk bebas dalam meraih pendidikan, tanpa beban biaya apapun,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerhati Pendidikan, Zulkifli Joneva, juga apresiasi perhatian Pemko Bukittinggi melalui Wali Kota, yang telah meluncurkan program subdisi uang komite selama dua tahun terakhir. Kebutuhan sekolah sesuai anggaran yang ditetapkan pusat, cukup banyak, namun dengan hanya bisa tercover 50 persen dari biaya sekolah.

“Nah dengan bantuan ini, banyak kebutuhan sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu, dapat direalisasikan. Standarnya, satu pelajar dibutuhkan Rp3 juta setahun, realisasinya dengan biaya sekolah hanya Rp1,5 juta. Nah dengan iuran komite dapat dipenuhi setngahnya lagi. Pak Wali punya perhatian yang sangat tinggi untuk pendidikan ini. Bantuan itu sangat dibutuhkan, karena setelah dibantu Pemko, tidak ada lagi pungutan atau iuran di sekolah tingkat SMA,” pungkasnya. (mel)

#Lipsus Kominfo Kota Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *