BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Wako Erman Lipat Gandakan Anggaran Gizi Posyandu Balita dan Lansia Hingga 7 Kali Lipat

Bukittinggi – Walikota Bukittinggi Erman Safar kaget dengan anggaran Pemberian Makan Tambahan (PMT) lansia dan balita di setiap posyandu. Sejak belasan tahun lalu, setiap posyandu hanya mendapat anggaran Rp75 ribu per bulan.

Alhasil, pada 2023 ini, orang nomor satu di Bukittinggi itu menaikkan anggaran PMT balita dan lansia hingga tujuh kali lipat, menjadi Rp500 ribu per bulannya.

Walikota Bukittinggi, Erman Safar, menjelaskan, bagaimana penambahan dana untuk PMT ini, bermanfaat bagi balita dan lansia, yang memeriksakan kesehatan dan mendapat layanan di posyandu.

“Gizi rakyat, selama ini masa cuma Rp75 ribu, apa yang bisa dimasak oleh kader posyandu dengan uang segitu. Bertahun tahun segitu terus, gimana bicara kesehatan, kalau uang tidak dikucurkan, kalau cuman pidato tanpa ada realisasi anggaran, ngapain saya jadi kepala daerah,” tegasnya.

Uang ini, lanjut Wako, merupakan uang rakyat. Sehingga pemerintah tentu harus mengutamakan kebutuhan masyarakat dan mengurangi beban mereka. “Sisanya kita pakai akal untuk merumuskan anggaran berbentuk program, supaya kota ini sejahtera,” ujar Erman, Selasa (11/04)

Dengan dinaikkannya anggaran PMT balita dan lansia dari Rp75 ribu menjadi Rp500 ribu itu, setiap posyandu di Bukitinggi, tentu bisa membeli makanan yang sehat untuk dimasak dan dibagikan pada balita dan lansia yang datang ke posyandu.

“Uang APBD itu, harus bisa dirasakan rakyat langsung. Banyak juga rakyat kita yang tidak sanggup memenuhi gizi balitanya, program posyandu inilah yang akan memberikan makanan tambahan yang bergizi untuk balitanya, selain ada juga program2 lain yg kita berikan lewat Dinas Kesehatan, Dinas P3APPKB dan Dinas Sosial,” pungkasnya. (*/Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *