BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Keluarga Besar Kabua Saiyo Antusias Sambut Dr. Zulmaeta

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh-- Keluarga besar Kabua Saiyo antusias sambut calon Walikota Payakumbuh Dr. Zulmaeta ketika manfaatkan momen idulfitri 1445 H GOR...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...

Wakil Wali Kota Bukittinggi Hadiri Khatam Qur’an di Kampung Bantodarano Guguk Bulek Bukittinggi

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, – Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, menghadiri Acara khatam Qur’an Mesjid Baiturrahman dikampung Bantodarano di kelurahan Campago, Guguk Bulek, Minggu,(4/6)

Pemerintah Kota Bukittinggi mendukung dengan kegiatan alek nagari atau tradisi adat daerah dalam merayakan anak anak melepas acara khatam Qur’an

“Dengan adanya tradisi minang kabau yang dikenal unik ini dalam merayakan khatam Qur’an yang biasanya diarak dengan kuda bendi dan kaum ibu menjujung diatas kepalanya dan di iringi hiburan tambua dan tansa serta drumband harus dipertahankan,” kata Marfendi.

” Acara tradisi ini sudah turun menurun yang yang biasa dilakukan pada masyarakat kita, kurang lebih selama kurun waktu 100 tahun bagi pasukuan Kurai yang merupakan penduduk asli,” ujar Marfendi.

Marfendipun berpesan, agar anak anak kita yang khatam Qur’an ini dapat menerapkan ilmu nya dalam keseharian di lingkungan nya dan menubuhkan rasa cinta kepada mesjid hingga meramaikan nya.

Dalam acara ini juga dihadiri beberapa penjabat daerah dan tokoh – tokoh agama dalam daerah setempat serta para peserta khatam Qur’an.#(mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *