BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Wakil Wali Kota Bukittinggi Hadiri Khatam Qur’an di Kampung Bantodarano Guguk Bulek Bukittinggi

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, – Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, menghadiri Acara khatam Qur’an Mesjid Baiturrahman dikampung Bantodarano di kelurahan Campago, Guguk Bulek, Minggu,(4/6)

Pemerintah Kota Bukittinggi mendukung dengan kegiatan alek nagari atau tradisi adat daerah dalam merayakan anak anak melepas acara khatam Qur’an

“Dengan adanya tradisi minang kabau yang dikenal unik ini dalam merayakan khatam Qur’an yang biasanya diarak dengan kuda bendi dan kaum ibu menjujung diatas kepalanya dan di iringi hiburan tambua dan tansa serta drumband harus dipertahankan,” kata Marfendi.

” Acara tradisi ini sudah turun menurun yang yang biasa dilakukan pada masyarakat kita, kurang lebih selama kurun waktu 100 tahun bagi pasukuan Kurai yang merupakan penduduk asli,” ujar Marfendi.

Marfendipun berpesan, agar anak anak kita yang khatam Qur’an ini dapat menerapkan ilmu nya dalam keseharian di lingkungan nya dan menubuhkan rasa cinta kepada mesjid hingga meramaikan nya.

Dalam acara ini juga dihadiri beberapa penjabat daerah dan tokoh – tokoh agama dalam daerah setempat serta para peserta khatam Qur’an.#(mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *