Wabup Usahkan Alat Teknologi Mangampo Gambir Untuk Rakyat
Limapuluh Kota — Tanaman Gambir sebagai komiditi ekspor yang dimiliki Kabupaten Limapuluh Kota, terkendala dengan alat produksi. Lewat Kunjungan Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri ke Nagari Koto Lamo dan Maek berusaha untuk alat teknologi mangampo.
“Kemarin saya berkunjung ke Nagari Koto Lamo dan Maek dimana salah satu pekerjaan mayoritas warga adalah bertani gambir. Dalam diskusi dengan wali nagari Koto Lamo beliau menuturkan bahwa selain soal harga rendah, persoalan gambir adalah kurangnya tenaga Kerja, ” ujar Rizki, Kamis 27 Mei 2021.
Selain itu, Walinagari menyampaikan kepada Wabup terkait permasalahan kurangnya tenaga Kerja yang pada umumnya berasal dari luar daerah.
” Biasanya tukang kampo berasal dari Pasaman dan berbagai daerah lain. Tapi ketika harga gambir di bawah Rp.50.000 mereka tidak lagi datang, sehingga banyak ladang gambir menjadi Liek atau mereka menjual daun gambir dengan harga murah,” terang Wabup saat berdiskusi dengan Walinagari.
Untuk itu Wabup Limapuluh Kota akan berusaha atas masukan Walinagari, Dimana adanya program bantuan teknologi berupa mesin hidrolik.
” Maka wali nagari usulkan program bantuan teknologi berupa mesin hidrolik. Pada beberapa nagari sudah ada peralatan ini, seperti di Mungka dan Kapur IX juga ada. Setiap mesin mampu memproduksi 2000-2500 kg/hari daun gambir. Sebagai perbandingan, 1 kampaan hanya bisa produksi sekitar 250 kg/hari . Artinya dengan menggunakan mesin hasil bisa 10 kali lipat. Ketika Pak Wali tersebut menceritakan itu, saya ingat dengan seorang kawan di Mungka, dia mengolah 10.000 kg daun setiap hari dengan 4 mesin. Maka saya menyimpulkan apa yg disampaikan beliau benar. Maka ditarik kesimpulan dengan teknologi tersebut, maka otomatis pendapatan petani meningkat sekaligus solusi kurangnya tenaga kerja,” papar Wabup.
Untuk merealisasika alat teknologi Wabup menghubungi Rektor Unand dan Kepala Riset.
” Maka saya kontak Rektor Unand dan Kepala riset gambir Unand. Beliau berdua apresiasi gagasan ini dan dalam waktu dekat kita akan duduk bersama. Mereka bahkan usulkan teknologi Mangampo yang lebih bagus dari mesin hidrolik, namun sedikit membutuhkan waktu untuk riset penyempurnaan,” imbuh Wabup.
Selain menghubungi Rektor Unand dan Kepala riset, Wabup juga menghubungi koleganya.
” Saya kontak beberapa teman yang membuka usaha perbengkelan, dan mereka menyatakan kesiapan untuk memproduksi alat tersebut. Maka insya Allah ini akan menjadi program kita berikutnya. Program-program sederhana tapi tepat sasaran. Kami merencanakan alat ini nanti dikelola oleh Bumnag, ” pungkas Wabup Rizki Kurniawan. (Benpi)













