BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

YB Dt. Parmato Alam, Jambangi Bara Cafe Bandarawang

Payakumbuhpos.id | Payakumbuh---Ketua DPRD kota Payakumbuh periode 2014-2019 Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, jambangi Bara Cafe Bandarawang milik Fajri di kelurahan...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH TOKOH

Warga Koto nan Gadang Payakumbuh Utara Berhalal Bihalal Bersama Perantau

Payakumbuhpos.id|Payakumbuh--- Halal bihalal biasanya diselenggarakan di rumah atau tempat yang besar, dengan tujuan untuk saling bersilaturahmi khususnya pada saat usai...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR WISATA

Polres dan Disparpora Limapuluh Kota Bangun Hospitality Kepariwisataan

Payakumbuhpos.id|Limapuluh Kota---Kapolres Limapuluh Kota AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran terus ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Perantau IKK Pulang Kampung Ibarat Sitawa Sidingin Bagi Masyarakat, Utamakan Anak Yatim

Payakumbuhpos.id |Payakumbuh--- Luar biasa, perantau Ikatan keluarga Koto Nan Godang (IKK) pulang kampung ibarat sitawa sidingin bagi masyarakat, utamakan anak...
BERITA UTAMA KABAR SUMBAR PAYAKUMBUH

Ketua IKK Joni Hendri Lepas Perantau Pulang Basamo

Payakumbuhpos.id|Jakarta - Salah satu sunnah dalam safar yang dianjurkan oleh syariat dan bisa meringankan kesusahan safar adalah melakukan safar di...

Terkait Aset Luak Limopuluah, MSI Angkat Bicara

Payakumbuh – – Gonjang ganjing terkait aset Kabupaten Limapuluh Kota di Payakumbuh saat ini menjadi tofik hangat berbagai kalangan. Berbagai saran serta komentar datang dari berbagai tokoh. Salah satunya datang dari Drs. Afrimars, MM Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Luak Limopuluah.

Terkait aset luak limo puluah, eks kantor Bupati 50 kota yang berada di jantung kota Payakumbuh. Secara culture dan budaya aset itu adalah lambang dan kebesaran Luak Limo Puluah ( sebelum kahirnya kota Payakumbuh 1970).

Berdasarkan filosofi sejarah ” Manusia yang tidak tahu sejarahnya, maka jadilah dia orang yang tidak tahu diri,” Agar kita tidak jadi generasi tidak tahu diri, jangan hilangkan keberadaan aset eks kantor bupati tersebut sebagai lambang kebesaran urang Luak Limopuluah baik menurut sejarah, adat dan budaya urang 13 Lareh,” ujarnya, Senin 22 Maret 2021.

Selanjutnya Afrimars juga menawarkan solusi ” Aset itu dikelola bersama kedua daerah melalui sebuah MoU, yang jelas, siapa mengerjakan apa dan dibangun bersama. Dimana bangunannya melambangkan kebesaran Luak Limo Puluah, artinya dilihat sepintas orang mengerti inilah kebesaran urang 13 lareh Luak Limo Puluah sehingga generasi saat ini dan mendatang tidak menjadi generasi tidak tahu diri,” Paparnya.

Lalu apa yang disampaikan Walikota Payakumbuh tempo hari Afrimars mengatakan ” Tidak benar juga apa yang disampaikan Walikota Payakumbuh Riza Falepi masalah aset eks kantor bupati tersebut tidak perlu melibatkan DPRD, selain menyalahi aturan yang berlaku sekaligus menimbulkan resistensi di tengah masyarakat. Yang perlu dilakukan bagai mana memberi pemahaman kepada anggota DPRD, apalagi aset itu dikelola bersama sebagai lambang kebesaran urang Luak Limo Puluah,” ulasnya.

Untuk itu perlu langkah bijak untuk menyelesaikan masalah ini, meski sudah 20 tahun persoalannya tetap tidak tuntas antara lain disebabkan ego sektoral dan tidak berbicara awak samo awak, dari awak untuak awak.

” Pemahaman kito badunsanak dalam mendudukan persoalan perlu kembali digaungkan, sebab di era individualis, kapitalis ini tensi egoisme itu meningkat, sehingga mengikis raso saciok bak ayam sadancing bak basi, sahino samalu di tengah masyarakat kita,” imbuhnya.

Kita tunggu langkah selanjutnya dari bupati dan walikota Payakumbuh, yang penting jangan sampai jalan dialiah urang lalu, cupak dituka urang panggaleh. Terimakasih, pungkasnya. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *