BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Sipaduko Masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB Tahun 2021, Wako Riza : Hadir Untuk Memenuhi Kebutuhan Warga Payakumbuh

Payakumbuh– Setelah berjuang dari awal dalam penyisihan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di lingkungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Pemerintah Kota Payakumbuh yang membawa inovasi Sipaduko (Sistem Informasi Puskesmas Terpadu Kota Payakumbuh) akhirnya memasuki ke tahap final penilaian.

Sebelum memasuki tahap final penilaian, Pemko Payakumbuh telah menyisihkan sebanyak 3000 lebih inovasi yang terdaftar di sistem SINOVIK yang ikut serta dalam kompetensi KIPP tahun 2021. Pada masa penilaian final, Pemko Payakumbuh bersaing dengan 98 inovasi daerah se-Indonesia lainnya untuk meraih nantinya gelar Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dari Kemenpan-RB.

Pada tahap penilaian final yang merupakan sesi wawancara dan presentasi yang langsung disampaikan oleh walikota Riza Falepi. Pemaparan presentasi dan wawancara untuk tahap akhir ini dipimpin oleh tim panel independen Prof. Dr. JB. Kristiadi bersama 10 orang panitia lainnya.

Penilaian Presentasi dan Wawancara yang berlangsung secara virtual via aplikasi zoom meeting itu, Walikota Riza Falepi dalam memamaparkan presentasi inovasi Sipaduko juga turut didampingi oleh Drg. Sri Sucitra (Inovator dari puskesmas ibuh) dan Raffles Susandi (tim pengembang aplikasi dari Diskominfo).

Diawal pemaparannya kepada panitia tim panel independen, Walikota menyampaikan ikhwal awal mula dibuatnya aplikasi Sipaduko.

“Sipaduko hadir untuk memenuhi keinginan warga kota Payakumbuh dalam kebutuhan kesehatan mereka. Dimana jika selama ini warga kota Payakumbuh harus antri di loket pendaftaran untuk berobat, maka dengan aplikasi Sipaduko ini sudah tidak perlu lagi warga untuk datang ke loket pendaftaran. Cukup dengan gunakan aplikasi Sipaduko maka warga yang ingin berobat sudah masuk dalam daftar antrian untuk mendapatkan jadwal berobatnya”, ungkap Wako Riza di aula Randang lantai 2 kantor walikota, Jumat (2/7/2021).

Menurut Walikota Payakumbuh, Aplikasi Sipaduko telah dikoneksikan ke beberapa apotek yang ada, dan untuk kedepan Riza ingin Sipaduko bisa terintegrasi terhadap semua apotek yang ada di kota Payakumbuh.

Walikota dua periode itu juga turut menyampaikan jika kedepan ada wacana untuk sistem door to door dalam penggunaan Sipaduko, dimana dalam menerapkan wacana tersebut, kami saat ini sedang mempersiapkan untuk membuat sistem payment yang lebih efisien agar dalam pengguna fitur ini nantinya benar-benar berjalan dengan lancar tanpa ada kendala”, ungkapnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Riza Falepi sampaikan jika tahun depan ia memiliki target untuk menuntaskan secara final semua program-program yang akan diterapkan untuk kota Payakumbuh terutama pada aplikasi Sipaduko.

“karna masa bakti saya akan segera berakhir pada September tahun depan, maka sebelum ini datang saya akan bekerja dengan lebih ekstra lagi untuk tentunya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan warga kota Payakumbuh kedepannya”, tandas walikota Payakumbuh dua periode tersebut. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *