Sekolah Perdana Yang Ikut School Of Randang
Payakumbuh — Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Hati Kota Payakumbuh menjadi sekolah pertama yang mengikuti Program school of randang yang digagas oleh Pemerintah Kota Payakumbuh di Sentra IKM Randang Kota Payakumbuh, Kamis (17/3).
Dari keterangan Kepala SD Mutiara Hati Marnita Indra Dauly mengatakan siswanya tengah mengikuti ujian penilaian tengah semester genap dan praktek dalam seminggu ini, salahsaru materinya adalah praktek Seni Budaya Dan Prakarya (SBDP) memasak Randang.
“Hari ini kami membawa 60 siswa kelas VI dan 5 guru pendamping. Siswa kami sangat antusias mengikuti praktek memasak di sentra IKM Randang Kota Payakumbuh, apalagi dengan peralatan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Tentu ini menjadi pengalaman baru bagi mereka,” katanya.
Seperti tahun lalu, kata Marnita, SDIT Mutiara Hati melakukan kerja sama dengan salah satu Industri Randang yang ada di Kota Payakumbuh terkait dengan program ujian praktek dengan cara memasak Randang Ikan.
“Dengan adanya Program School of Randang, kami bersama para guru SDIT Mutiara Hati sangat senang dan insyaallah sehabis acara ini kami akan sampaikan kepada ketua yayasan untuk mengikut sertakan pelajar tingkat SMP,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz didampingi Kadisnakerin Yunida Fatwa mengatakan Kota Payakumbuh juga akan menjadi salah satu kota gastronomi, dan satu-satunya kandidat utama menjadi gastronomi dunia dengan kuliner Randang.
Gastronomi atau tata boga adalah seni atau ilmu akan makanan yang baik (good eating). Menurut wikipedia, penjelasan yang lebih singkat menyebutkan gastronomi sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan kenikmatan dari makan dan minuman.
Sumber lain menyebutkan gastronomi sebagai studi mengenai hubungan antara budaya dan makanan, di mana gastronomi mempelajari berbagai komponen budaya dengan makanan sebagai pusatnya (seni kuliner).
Hubungan budaya dan gastronomi terbentuk karena gastronomi adalah produk budidaya pada kegiatan pertanian sehingga pengejawantahan warna, aroma, dan rasa dari suatu makanan dapat ditelusuri asal-usulnya dari lingkungan tempat bahan bakunya dihasilkan.
Menurut Erwin Yunaz, potensi ini ada di Payakumbuh. Dirinya menggambarkan, sebagai pengambil kebijakan, pemerintah atau kepala daerah harus mampu memikirkan dampak sebab dan akibatnya. Tujuan utama dari geliat City of Randang tak lain dan tak bukan untuk menghidupkan perekonomian masyarakat.
“Bayangkan saja untuk 1 tungku masak di Sentra IKM bisa memproduksi Randang berkapasitas 5 Kg. Maka bila ada 10 kelompok yang ikut dalam program school of Randang dalam sehari, maka Sentra IKM bisa menghasilkan 50 Kg randang. Bila dalam 1 Kg Randang butuh 4 butir kelapa, artinya ada 200 butir kelapa untuk sentra sehari dalam School Of Randang. Untuk 1 bulan, kurang lebih ada 6000 butir kelapa, ini baru untuk pemilik kelapa, belum lagi cabenya, dagingnya, dan lain-lain,” kata Erwin. ( Benpi)









