BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Satpol-PP Kota Bukittinggi Amankan 11 PSK dan 8 LGBT Selama Bulan September Hingga Oktober

Bukittinggi, Payakumbuhpos.id, Rabu,(8/11/2023),– Satpol-PP kota Bukittinggi dalam kurun waktu dua bulan terakhir September dan Oktober 2023 mengamankan 11 orang pekerja seks komersial ( PSK) dengan delapan pelaku lesbian, Gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Kepala Satpol-PP Kota Bukittinggi, Joni Feri mengatakan, 11 PSK dan 8 LGBT yang diamankan terbukti melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 3 tahun 2015 tentang ketentraman dan ketertiban umum khususnya pasal 20 ayat 1 yang berkaitan dengan penyakit masyarakat ( pekat).

Menurut Joni Feri filosofi Adaik Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang menjadi dasar instruksi Wali Kota agar Satpol-PP fokus dalam menangani penyakit masyarakat yang terjadi di Kota Bukittinggi.

“Pelaksanaan razia rutin yang dilaksanakan setiap malam dan meminta masyarakat untuk berpartisipasi dalam memerangi penyakit masyarakat ini, sehingga dengan adanya sinergitas tersebut dapat menciptakan kondisi yang aman dan tentram,” katanya

Joni Feri menegaskan, operasi penertiban dilakukan petugas di beberapa hotel dan penginapan di kelas melati dan rumah kost yang dicurigai sebagai lokasi transaksi penyakit masyarakat dikota Bukittinggi.

“Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2015 tentang ketenteraman dan ketertiban umum terkait penyakit masyarakat ini mencakup sejumlah aturan yang dituangkan ke beberapa pasal,” jelasnya.

Pada pasal 20 ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan perbutan zina dan atau mendekati perzinahan ditempat umum, objek wisata, penginapan, rumah kos dan ditempat lainnya. Sementara itu ayat 2 sambung Joni Feri menyatakan setiap orang dilarang melakukan kegiatan pelacuran dengan berlaku sebagai PSK , lelaki hidung belang atau perantara.

” Selanjutnya setiap orang dilarang menyediakan warung remang-remang, salon kecantikan, panti pijat atau sarana dan prasarana lainnya yang digunakan sebagai tempat perbuatan asusila,” pungkasnya.

(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *