BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Rayakan Kelulusan Di Payakumbuh, Siswa SMK Dari Tanah Datar Diamankan Satpol PP

Payakumbuh — Entah apa yang ada dalam fikiran belasan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Kabupaten Tanah Datar ini. Padahal, mereka menerima surat kelulusan sama dengan sekolah lainnya, yaitu kemarin.

Naas, niat ingin menggelar aksi euforia kelulusan sekolah di Kawasan BWSS V Batang Agam, mereka harus menerima kenyataan berhadapan dengan petugas penegak perda, Satpol PP Payakumbuh yang sedang melakukan patroli antisipasi penyakit masyarakat sekaligus antisipasi euforia pelajar SMP yang hari ini menerima surat kelulusan, Jumat (4/6) senja.

Satpol PP yang dipimpin Kabid Tibum Joni Parlin saat turun lapangan itu langsung menertibkan belasan siswa SMK yang bajunya sudah dicoret-coret dan disemprot cat. Mereka mendapat hukuman push up.

“Kita menertibkan sebanyak 17 siswa, ada 15 orang laki-laki dan 2 perempuan. Mereka diberi pembinaan dan sanksi fisik berupa push up, diberi arahan untuk bubar dan kembali ke rumah masing-masing,” kata Kasapol PP Devitra kepada media via whatsapp, Jumat (4/6) malam.

Devitra juga menginformasikan, menurut keterangan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat Asricun, SMK 1 Tanjung Baru pengumuman kelulusan sudah dari kemaren. Dinas sudah memberikan instruksi kepada pihak sekolah agar mengantisipasi siswa untuk tidak melakukan euforia, namun tetap dilakukan.

“Saat ditanya petugas, alasan salah satu siswa supaya tidak diketahui oleh guru mereka mengadakan euforia kelulusan. Alasan mereka ke BWSS V karena dibawa teman agar tidak ketahuan guru atau pihak sekolah. Memang pihak sekolah tidak tahu, tapi mereka malah bertemu Satpol PP Payakumbuh,” papar Devitra.

Devitra juga menginformasikan, untuk siswa SMP, dari hasil pantauan Pukul 17.00 hingga 20.00 WIB belum ditemukan ada yang melakukan aksi euforia dengan konvoi di jalan atau coret-coret baju di tempat umum. (Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *