BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Rabu (20/1), Angka Positif Covid-19 Naik Lagi Di Kalangan Guru, Pemko Payakumbuh Gencar Sidak Sekolah

Payakumbuh– Masih didominasi tenaga pendidik, Payakumbuh terus mendapatkan peningkatan kasus positif Covid-19. Prediksi dinas kesehatan setempat akan terus bertambah, karena saat ini baru setengah dari target 3600 guru dan tenaga pendidik yang dites swab.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Fatma Nelly kepada media via whatsapp, Rabu (20/1), menerangkan ada 14 orang ditemukan positif Covid-19. Sementara itu, tiga orang sembuh, ada Rulyana Andini, 24 tahun, perempuan warga Payolansek, kemudian Herlina Riswandi, 36 tahun, warga Lingkungan Balai Jariang, Payakumbuh Utara, lalu Mira Kurnia, 43 tahun, warga Lingkungan Balai Gurun Balai Tongah Koto.

Mereka yang ditemukan positif Covid-19 adalah :

Y, 36 tahun, Perempuan, warga Balai Tongah Koto (Balai Jariang), Guru SMAN 3 Payakumbuh

W, 47 tahun, Perempuan, warga Tigo Koto Dibaruah (Nan Kodok), Guru PAUD Nusa Indah

FS, 45 tahun, Рerempuan, warga Tiakar, Guru SMAN 1 Payakumbuh

Z, 55 tahun, Perempuan, warga Tigo Koto Diate, Guru SMPN 4 Payakumbuh

E, 53 tahun, Рerempuan, warga Koto Baru, Guru TKIPHI

JA, 48 tahun, Perempuan, warga Padang Tangah Payobadar

RL, 31 tahun, Рerempuan, warga Sungai Durian, Perawat Yarsi

LN, 70 tahun, Perempuan, warga Tanjuang Gadang Sungai Pinago, Ibu Rumah Tangga

HK, 37 tahun, Lelaki, warga Tanjuang Gadang Sungai Pinago, Swasta

YA, 41 tahun, Perempuan, warga Tanjung Gadang Sungai Pinago, Karyawan BUMN

LFM, 12 tahun, Рerempuan, warga Tanjuang Gadang Sungai Pinago, Pelajar

MF, 27 tahun, Lelaki, warga Kubu Gadang Payakumbuh Barat, Guru SMKN 4 Payakumbuh

ES, 43 tahun, Perempuan, warga Koto Kociak Kubu Tapak Rajo (Labuah Baru), Guru MAN 2 Payakumbuh

SMP, 38 tahun, Рerempuan, warga Padang Tangah Balai Nan Duo, TU SMPN 8 Payakumbuh

Dari info yang diterima media, didapatkan data Dinkes Payakumbuh, Rabu (20/1).
Suspek : 2
Kasus konfirmasi : 692
Sembuh : 597
Isolasi : 84
Rawat : 2
Meninggal : 9
KE : 34
Discarded : 11.295
Total swab : 12.622

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda menerangkan, menindaklanjuti rapat evaluasi pelaksanaan sekolah tatap muka, Selasa, (19/1) lalu, banyak ditemukan pasien positif Covid-19 dari kalangan tenaga pendidik. Pemko Payakumbuh akan terus melakukan sidak protokol kesehatan ke sekolah-sekolah.

Selain membentuk kampung tangguh, pemko juga akan membantuk sekolah tangguh. Karena saat ini sekolah tatap muka sudah diberlakukan, konsekuensi dari mengabaikan protokol kesehatan adalah anak-anak didik terpapar Covid-19. Pemko aware dengan hal itu.

“Protokol kesehatan adalah kunci utama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Pihak sekolah, wali murid, dan pemerintah melalui instansi terkait harus memastikan 3M berjalan baik. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” kata Rida, Rabu (20/1).

Sekda menekankan agar kepala sekolah harus agak nyinyir, beri sanksi guru yang tidak disiplin, karena taruhan bagi Pemko Payakumbuh saat ini untuk melanjutkan sekolah tatap muka.

“Kita sudah lakukan rapid test terhadap ribuan guru-guru yang ada, dan terhadap yang reaktif dilakukan swab, hasilnya tentu saja banyak juga yang didapatkan positif. Bisa-bisa nanti zona kita berubah menjadi merah, ini kan akan jadi bumerang juga bagi Kota Payakumbuh, kita tidak bisa lagi melakukan sekolah tatap muka, ini harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh unsur terkait,” terangnya.

“Kalau kita zona merah lagi. Kita tidak akan bisa sekolah tatap muka lagi. Tujuan kita membentuk sekolah tangguh untuk menghindari hal itu. Mari kita lakukan kebiasaan 3M secara terus menerus. Mari kita motivasi guru-guru untuk tidak takut melakukan rapid tes dan kalau reaktif lakukan swab,” pungkasnya. ( Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *