BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Provinsi Sumatera Barat Zona Merah, dr. Bakhrizal : Waspada Varian Delta menyebar di Payakumbuh

Payakumbuh–Update zona Covid-19 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Minggu (4/7), menginformasikan Kota Payakumbuh berada di zona kuning dengan nilai skor 2,48 bersama 6 kota lainnya di Sumatera Barat.

Artinya, bersama Kota Solok, Kota Pariaman, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Mentawai, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Solok Selatan, The City of Randang berada pada zona sebaran Covid-19 resiko rendah.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal saat dihubungi via telepon whatsapp pada Minggu (4/7), menyampaikan ada yang sangat harus diwaspadai, adalah varian baru Covid-19, namanya varian delta.

Hal ini disampaikan dr. Bakhrizal bukan tanpa dasar, kekhawatirannya sejalan dengan apa yang disampaikan dr. Andani Eka Putra, Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas yang menyampaikan beberapa hari terakhir telah menemukan kasus pasien positif yang CT nya di bawah 20.

“Ciri-cirinya memungkinkan varian delta, varian delta ini memiliki ciri khas waktu perkembangan yang cepat, inkubasi lebih pendek, 3 hingga 4 hari, sehingga jumlah virus sangat tinggi di fase puncak. Penyebaran virus ini 6 hingga 8 kali lebih cepat dibanding yang di wuhan,” terangnya.

Bakhrizal menyampaikan, untuk melawan varian baru ini, harus benar-benar memperketat protokol kesehatan dan memaksimalkan vaksinasi, dan disisi lain berupaya meningkatkan imunitas tubuh.

“Besar dugaan di Sumatera Barat bahkan Payakumbuh sudah dipenuhi oleh varian delta. Kalau hingga saat ini lebih dari 90 persen varian di Indonesia adalah Delta, maka kita Sumbar khususnya Payakumbuh juga berada dalam ancaman varian ini,” ungkapnya.

Diakhir wawancara, Bakhrizal juga menyampaikan apresiasi seluruh unsur yang telah menyukseskan gebyar vaksinasi di Payakumbuh, saat ini Kota Payakumbuh menjadi salahsatu daerah yang angka tertinggi capaian melaksanakan vaksiansi di Sumbar.

“Kami mengapresiasi semangat semua unsur dalam mengikuti vaksiansi. Masih banyak lagi yang harus kita vaksin. Untuk bisa mengikuti vaksinasi, silahkan bisa datang ke puskesmas terdekat atau tempat tertentu yang telah difasilitasi oleh pemerintah, gratis, hanya memakan waktu kurang dari 1 jam saja, dan itu aman,” kata Bakhrizal. ( Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *