BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Provinsi Sumatera Barat Zona Merah, dr. Bakhrizal : Waspada Varian Delta menyebar di Payakumbuh

Payakumbuh–Update zona Covid-19 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Minggu (4/7), menginformasikan Kota Payakumbuh berada di zona kuning dengan nilai skor 2,48 bersama 6 kota lainnya di Sumatera Barat.

Artinya, bersama Kota Solok, Kota Pariaman, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Mentawai, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Solok Selatan, The City of Randang berada pada zona sebaran Covid-19 resiko rendah.

Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal saat dihubungi via telepon whatsapp pada Minggu (4/7), menyampaikan ada yang sangat harus diwaspadai, adalah varian baru Covid-19, namanya varian delta.

Hal ini disampaikan dr. Bakhrizal bukan tanpa dasar, kekhawatirannya sejalan dengan apa yang disampaikan dr. Andani Eka Putra, Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas yang menyampaikan beberapa hari terakhir telah menemukan kasus pasien positif yang CT nya di bawah 20.

“Ciri-cirinya memungkinkan varian delta, varian delta ini memiliki ciri khas waktu perkembangan yang cepat, inkubasi lebih pendek, 3 hingga 4 hari, sehingga jumlah virus sangat tinggi di fase puncak. Penyebaran virus ini 6 hingga 8 kali lebih cepat dibanding yang di wuhan,” terangnya.

Bakhrizal menyampaikan, untuk melawan varian baru ini, harus benar-benar memperketat protokol kesehatan dan memaksimalkan vaksinasi, dan disisi lain berupaya meningkatkan imunitas tubuh.

“Besar dugaan di Sumatera Barat bahkan Payakumbuh sudah dipenuhi oleh varian delta. Kalau hingga saat ini lebih dari 90 persen varian di Indonesia adalah Delta, maka kita Sumbar khususnya Payakumbuh juga berada dalam ancaman varian ini,” ungkapnya.

Diakhir wawancara, Bakhrizal juga menyampaikan apresiasi seluruh unsur yang telah menyukseskan gebyar vaksinasi di Payakumbuh, saat ini Kota Payakumbuh menjadi salahsatu daerah yang angka tertinggi capaian melaksanakan vaksiansi di Sumbar.

“Kami mengapresiasi semangat semua unsur dalam mengikuti vaksiansi. Masih banyak lagi yang harus kita vaksin. Untuk bisa mengikuti vaksinasi, silahkan bisa datang ke puskesmas terdekat atau tempat tertentu yang telah difasilitasi oleh pemerintah, gratis, hanya memakan waktu kurang dari 1 jam saja, dan itu aman,” kata Bakhrizal. ( Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *