BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Pimpin Upacara Tabur Bunga Di Jembatan Ratapan Ibu, Ketua DPRD Hamdi Agus : Anak Muda Jangan Lupakan Sejarah

Payakumbuh — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh Hamdi Agus menjadi inspektur dalam upacara tabur bunga yang diselenggarakan di Jembatan Ratapan Ibu pada peringatan Hari Pahlawan tahun 2022, Kamis (10/11).

Upacara tersebut tampak diikuti oleh sejumlah pejabat daerah, petinggi TNI-POLRI, serta organisasi masyarakat.

Usai prosesi sakral tabur bunga dilakukan, Ketua DPRD dan rombongan juga melaksanakan anjang sana ke rumah janda veteran pejuang kemerdekaan, ada Ramai Yulis dan Fatimah di Kecamatan Payakumbuh Timur.

Hamdi Agus yang didampingi Sekretaris Dewan Yon Refli mengatakan situs jembatan ratapan ibu merupakan saksi bisu sejarah perjuangan para pahlawan kemerdekaan bangsa. Berdasarkan cerita rakyat di Luak Limopuluah, jembatan ini dahulunya merupakan tempat eksekusi para pemuda Minangkabau yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Pada saat itu para pemuda yang melakukan pemberontakan tersebut di tangkap lalu dibawa ke Jembatan tersebut untuk di eksekusi. Mereka berbaris di bibir jembatan lalu ditembak mati,” kenang Hamdi.

Hamdi melanjutkan, setiap orang ditembak langsung jatuh dan terbawa derasnya Sungai Air Batang Agam yang mengalir di bawah jembatan tersebut. Para wanita yang menyaksikan tragedi memilukan ini pun tak kuasa menahan tangis, meratapi suami dan anak laki-lakinya dieksekusi.

Dari kisah inilah jembatan tersebut dinamakan Jembatan Ratapan Ibu. Di ujung jembatan terdapat patung wanita paruh baya dengan pakaian adat khas Minangkabau sedang ke arah jembatan Ratapan Ibu yang kini menjadi ikon wisata di daerah.

“Jangan sampai sejarah ini dilupakan oleh generasi muda, kita harus bangga para pemuda di Payakumbuh ikut berjuang dahulunya merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata Hamdi.

Hamdi juga mengajak masyarakat untuk menyambut momentum peringatan hari pahlawan tahun ini sebagai pembakar semangat bersama menghadapi problem sosial dan masyarakat yang terjadi. Ada stunting, inflasi, ekonomi ekstrem.

“Berjuang mulai untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara, itulah semangat yang diestafetkan para pendiri bangsa. Selamat Hari Pahlawan, Pahlawanku Teladanku,” pungkas Hamdi sambil mengangkat kepalan tangan. #lipsusdprdkotapayakumbuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *