BERITA UTAMA

Pengurus Pusat Serikat Pekerja Kerah Biru Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Nusantara IV

Jakarta,- Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menghadiri undangan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) pada acara...
BERITA UTAMA

Marta Uli Emmelia: Empat Pilar Kebangsaan Sangat Diperlukan Dalam Kehidupan Bernegara

Teks foto; Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis FSP Kerah Biru-SPSI, Marta Uli Emmelia., Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Roderick Manna...
BERITA UTAMA

Pelepasan dan Perpisahan Kelas VI SD Plus Muhammadiyah Diwarnai Ketua LKAAM Payakumbuh

  Teks foto: Ketua LKAAM Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam kepada 61 siswa kelas VI SD Plus Muhammadiyah Payakumbuh...
BERITA UTAMA

Bintang Utama Bantai KBS di LJP

Teks foto: SSB KBS dibantai SSB Bintang Utama dengan skor 0-6, di lapangan kelurahan Koto Baru, kecamatan Payakumbuh Timur, Jumat...
BERITA UTAMA

Bukti Rasa Syukur, Masyarakat Sijunjung Gelar Tradisi Bakaua Adat di Los Tobek

Sijunjung,Payakumbuhpos - Bakaua Adat adalah sebentuk tradisi yang ada dimasyarakat Minang Kabau, khususnya Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk rasa syukur kepada...

Peduli dan Ramah Disabilitas, Pemko Bukittinggi Terima Penghargaan dari PPDI

Bukittinggi,Payakumbuhpos.id,– Pemerintah Kota Bukittinggi kembali menerima penghargaan di bidang sosial. Kali ini Wali Kota Bukittinggi menerima langsung penghargaan dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), di Auditorium Gubernuran Sumbar, Kamis 27 Juli 2023.

Penghargaan itu diserahkan oleh Ketua PPDI Pusat, dalam rangkaian kegiatan rakernas PPDI 2023. Wali Kota Bukittinggi menerima penghargaan sebagai pemerintah daerah yang peduli dan ramah disabilitas.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, turut mengapresiasi pelaksanaan rapat kerja nasional (rakernas) PPDI di Sumatra Barat. Pemko Bukittinggi sebagai bagian dari Pemprov Sumbar, akan terus mendukung dan memberikan perhatian pada warga yang terdata sebagai penyandang disabilitas.

“Alhamdulillah. Terima kasih kami ucapkan pada PPDI yang memberikan penghargaan kepada kami Pemko Bukittinggi. Sebenarnya, apa yang telah dan akan kami lakukan, murni untuk memberikan perhatian lebih pada warga disabilitas, terutama yang termasuk kalangan kurang mampu,” ungkap Erman Safar.

Wako menjelaskan, Pemko Bukittinggi telah berikan perhatian pada penyandang disabilitas berupa penyerahan bantuan dan kemudahan kepada mereka yang membutuhkan. Kemudahan itu, baik berupa bantuan secara materi maupun secara akses di lingkungan.

Cukup banyak bantuan untuk para penyandang disabilitas, baik itu kebutuhan hidup maupun ekonomi, usaha produktif. Pemko juga telah mengakomodir tenaga pegawai atau ASN yang disabilitas. Sejumlah perkantoran dan juga objek wisata di Bukittinggi telah memliki akses untuk disabilitas atau ramah difabel,” ujarnya.

“Di Bukittinggi juga telah jalankan pendidikan inklusi. Pemko juga berikan pelatihan pada penyandang disablitas. Banyak perhatian yang sudah kita berikan. Tapi ini tidak berhenti disini saja. Akan ada terus perhatian untuk mereka yang membutuhkan, termasuk para penyandang disabilitas,” pungkas Wako.

Ketua Umum PPDI, Norman Yulian, mengajak para disabilitas di Indonesia agar bersama- sama menjalin hubungan harmonis dengan pemerintah dan menjalin kerjasama dengan di sektor swasta.

“Saiyo Sakato, Kito Sajalan, tema Rakernas kita. Untuk itu kita perlu merangkul semua lapisan masyarakat agar mengetahui posisi kita di tengah masyarakat. Disamping itu, layanan kesehatan dan kesejahteraan yang sama, merupakan hal penting untuk disabilitas,” ujarnya.

Rakernas PPDI 2023 ini, membahas pengembangan sumber daya manusia bagi disabilitas, usaha-usaha kesejahteraan sosial, advokasi dan pelatihan-pelatihan dan advokasi serta program kerja strategis lainnya lainnya.

Rapat kerja nasional ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan perjuangan untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif yaitu penyandang disabilitas dapat mengakses pelayanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, mendapatkan nutrisi, perlindungan social dan terpenuhi hak-hak lainnya. Sehingga disabilitas dapat mandiri, menjadi SDM yang unggul, bahkan bisa berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan negara.
#(Mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *