BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Nagari Koto Tangah Batu Ampa Baralek Gadang, 23 Pangulu Dilewakan

Limapuluh Kota, — Pangulu berasal dari kata Pangka dan Hulu (pangkal dan hulu), Pangkal artinya tampuk atau tangkai yang akan jadi pegangan, sedangkan hulu artinya asal atau tempat awal keluar atau terbitnya sesuatu, maka pangulu di Minangkabau memiliki peran fundamental dalam memegang tampuk tangkai yang akan menjadi pengendali, pengarah, pengawas, pelindung bagi anak dan kemenakan, tempat keluarnya sebuah aturan dan keputusan yang dibutuhkan oleh masyarakat, serta bertanggung jawab memajukan kaumnya. Demikian pokok pikiran dari penyampaian Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo ketika memberikan sambutan saat menghadiri Alek Batagak Pangulu Jorong Sungai Cubadak, Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Kamis (07/09/2023). Alek Gadang Batagak Pangulu yang melewakan 23 Pangulu tersebut diselenggarakan di Lapangan Bola Sungai Cubadak. Kegiatan yang kental dengan tradisi adat Minangkabau tersebut juga turut disemarakkan oleh masyarakat Koto Tangah dengan sejumlah pertunjukkan.
Alek Nagari yang berada di Kecamatan Akabiluru tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra bersama tokoh masyarakat Akabiluru sekaligus Anggota DPRD Arsimedes, sejumlah Kepala Perangkat Daerah serta unsur Forkopimca Kecamatan Akabiluru.

Di bagian lain sambutannya, Bupati Safaruddin mengapresiasi penyelenggaraan Batagak Pangulu yang diselenggarakan di Sungai Cubadak setelah terakhir kali dilaksanakan pada tahun 1956. Ia menyampaikan, Pangulu memiliki tanggung jawab dalam menjalankan amanah dengan ikhlas dan memberikan bimbingan terhadap anak dan kemenakan. “Saya meminta para Pangulu bersama Bundo Kanduang dapat menjaga tanah pusako bahkan dapat mengembangkannya demi keberlangsungan kaum masing-masing,” harapnya. Tidak hanya itu, Pangulu diharapkan Bupati dapat mengemban kepercayaan yang diberikan kaum demi kemajuan anak kemenakan di zaman saat ini. Bupati juga mengingatkan para “Datuak” tersebut hendaknya dapat meneladani sifat Rasulullah yakni Siddiq (Benar), Amanah, Tabligh (Menyampaikan), Fathanah (Cerdas). Benpi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *