BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....
BERITA UTAMA

Marta Emmelia Bongkar Dugaan Pemalsuan Saham oleh Suami, Polisi Anggap Urusan Pribadi.

Pekanbaru — Laporan dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan nama seorang notaris dan seorang suami, berakhir di meja penyidik dengan...

Melestarikan Adat Minang Kabau, Apel Jumat Pagi Camat Payakumbuh Timur Pakai Takuluak Pompong

Payakumbuh–-Ada suatu hal yang luar biasa pada Apel Pagi, Jum’at 24 Juni 2022 di Kecamatan Payakumbuh Timur. Dimana kaum wanita mengenakan baju kuruang basiba dan Takuluak Pompong serta kaum pria memakai baju guntiang cino dan bercelana batiak.

Kegiatan yang berdasarkan edaran Gubernur Sumatera Barat dan Walikota Payakumbuh tersebut, merupakan salah satu dalam melestarikan Adat dan budaya Minang Kabau khususnya di Kota Payakumbuh.

Menurut Camat Payakumbuh Timur Dewi Novita , bahwa apel menggunakan pakaian adat ini berlangsung setiap minggu pertama danketiga setiap bulan nya.

” Kegiatan apel menggunakan pakaian adat ini, berlangsung pada minggu pertama dan minggu ketiga setiap bulan nya. Tujuan dengan kegiatan ini dalam rangka melestarikan adat minang kabau,” ujar Dewi.

Lebih jauh Dewi mengatakan kegiatan apel dengan menggunakan pakaian adat minang Kabau ini , sangat di dukung oleh Niniak Mamak dan masyarakat setempat

” Kegiatan dengan menggunakan pakaian adat minang Kabau ini, sangat di dukung oleh masyarakat ,terlebih dari kaum Niniak Mamak,” imbuh Dewi.

Dewi juga mengatakan alangkah bangganya jika semua pegawai di Payakumbuh setiap apel mengenakan pakaian adat minang kabau ini .

” Kita bisa lihat daerah tetangga yang bangga mengenakan pakaian adat dalam melaksanakan setiap apel atau upacara . Untuk itu hendaknya dapat Kita terapkan di Kecamatan Payakumbuh Timur ini,”imbuh Dewi lagi .

Kemudian Kepala Kecamatan Payakumbuh Timur tersebut berpesan bahwa dalam melestarikan adat kalau bukan Kita siapa lagi

“Siapa lagi kalau bukan kita untuk melestarikan adat dan budaya minang Kabau ini. Maka nya setiap minggu Pertama dan minggu ketiga kita melaksanakan apel dengan mengenakan pakaian adat ini di lingkungan Kecamatan Payakumbuh Timur,”pungkas Dewi .(Benpi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *