BERITA UTAMA

Diketuai Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An, Tim Pengabdian Masyarakat Univ USU Edukasi Masyarakat Kwala Bingai

Foto; Ns. Reisy Tane, M.Kep., Sp.Kep.An (Its) MEDAN – Tim pengabdian bagi masyarakat Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ns....
BERITA UTAMA

Dorongan Penyegaran di Golkar Payakumbuh Menguat, Wirman Putra Dinilai Paling Siap Pimpin DPD II

Wirman Putra Datuak Rajo Mantiko Alam Ketua DPRD Payakumbuh (ist) PAYAKUMBUH — Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Payakumbuh,...
BERITA UTAMA

Sejarah Baru, Payakumbuh di Bawah Wako Zulmaeta Sukses Gelar Indonesia’s Horse Racing Cup II.

Payakumbuh—PAYAKUMBUHPOS, Sejarah baru tercipta di dunia pacu kuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia's Horse Racing Cup yang selama ini hanya...
BERITA UTAMA

Rezka Oktoberia Meski Tak Lagi di DPR RI, hadirkan 26 Titik Irigasi P3TGAI di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota.

LIMA PULUH KOTA — Meski tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR RI, kepedulian Rezka Oktoberia terhadap masyarakat tidak pernah pudar....
BERITA UTAMA

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Resmi Menutup Kejuaraan Tenis Meja 2025.

PAYAKUMBUH — Kejuaraan Tenis Meja Piala Wali Kota Payakumbuh 2025 resmi berakhir, Minggu (10/8), di GOR Nan Ompek, Tanjung Pauh....

Komunitas Pencinta Bonsai Kelapa Paliko Butuh Sokongan Pemerintah

Payakumbuh – – Komunitas Pencinta Bonsai Kelapa Paliko ( Payakumbuh – Limapuluh Kota) yang berada di Kecamatan Latina Kota Payakumbuh memiliki potensi untuk di kembangkan.

Komunitas yang bergerak dalam budidaya Bonsai Kelapa saat ini butuh perhatian dari pemerintah setempat (Pemko Payakumbuh). Pasalnya komunitas selain memiliki ciri khas tersendiri dalam budidaya Bonsai Kelapa juga memiliki seni yang mampu menciptakan generasi muda yang berkreatif.

Komunitas Bonsai Kelapa yang berada di Parik Muko Aia Kecamatan Latina Kota Payakumbuh yang di Ketuai Syafrijon mengatakan bahwa saat ini memiliki 36 anggota.

” Komunitas Bonsai Kelapa Paliko saat ini telah memiliki anggota sebanyak 36 orang. Dimana dalam komunitas ini masih bergerak dengan swadaya sendiri. Tentu saja masih banyak kekurangan dalam hal pembudidayaan Kelapa Bonsai, ucap Syafrijon Rabu 4 Oktober 2020.

Syafrijon juga memaparkan bahwa dalam pembudidyaan Kelapa Bonsai saat ini dimulai dari cara penetasan nya.

“Dalam penetasan Bonsai Kelapa yang dimulai dari bibit umur 0 – 3 bulan menggunakan media air. Sebab Tanaman Bonsai Kelapa merupakan tanaman yang membutuhkan serapan air yang cukup. Terlebih tanaman ini banyak kita jumpai di sekitaran Pantai,”terang Syafrijon.

Terkait dengan jenis kelapa yang di Bonsaikan ada beberapa jenis kelapa seperti Kelapa Hibrida dan untuk jenis kelapa yang bisa di Jadikan seni rupa biasanya jenis kelapa sayur, imbuh Syafrijon.

Dalam pembibitan Bonsai Kelapa dimana Keunikan dan kesuburan perlu di perhatikan sekali sebab Bonsai Kelapa semakin berumur Tua semakin Tinggi nilai seninya.

Sementara Pembina Komunitas Bonsai Kelapa Paliko Yanuar Ghazali dengan adanya komunitas ini perlu sokongan pemerintah setempat dalam hal ini Pemko Payakumbuh. Dimana saat ini Komunitas Bonsai Kelapa Paliko butuh sokongan pemerintah setempat, Guna untuk mendorong generasi muda dalam berkreatif dan Pemuda terarah dalam kegiatan positif

” Komunitas Bonsai Kelapa Paliko saat ini butuh sokongan pemerintah setempat. Supaya komunitas ini berjalan dengan maksimal. Begitu juga komunitas ini butuh Bapak angkat agar dalam pembudidyaan Bonsai Kelapa berkelanjutan, terang Yanuar Ghazali yang juga di hadiri Wirman Putra yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Payakumbuh

Pembina Komunitas Bonsai Kelapa Paliko juga mengucapkan terimakasih kepada Wawako Erwin Yunaz yang mana Pernah Singgah di komunitas ini.

” Kami segenap Pengurus serta anggota mengucapkan terimakasih Kepada Bapak Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz yang pernah datang di komunitas Bonsai Kelapa ini,’ ucap Yanuar Ghazali yang akrab disapa Udo ini dan di amini segenap pengurus dan anggota komunitas.(Benpi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *