BERITA UTAMA

Ini Gugatan GPMania2024 ke PTUN Jakarta, Batalkan Pencapresan Prabowo-Gibran

Sunggul Hamonangan Sirait, SH, MH Payakumbuhpos.id -- Relawan Capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD, GP Mania 2024 Reborn meminta...
BERITA UTAMA

Bakor Paliko Pulang Kampuang, Gelar Sunatan Massal dan Bakti Sosial

PAYAKUMBUH - Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Badan Koordinasi Ikatan Keluarga Payakumbuh-Limapuluh Kota (Bakor Paliko) Indonesia, Malaysia, dan Australia pulang...
BERITA UTAMA

Perjalanan Study Komparatif Wartawan Luak 50 Ke Kota Bertuah

Pekan Baru-- Keberangkatan rombongan wartawan Luak 50 Ke Kota Pekan Baru (Riau) merupakan agenda Study Komparatif yang dilaksanakan oleh Dinas...
BERITA UTAMA

Selain Tokoh Nasional HDI Sangat Peduli Terhadap Mahasiswa Luak Limopuluah Yang Berada di Pulau Jawa

Bogor--- Herman Darnel Ibrahim (HDI) selain tokoh nasional juga memiliki sebuah kepedulian terhadap para mahasiswa yang berasal.darii lLuak 50 yang...
BERITA UTAMA

Projo Ganjar Laporkan Budi Arie Setiadi ke Ketua Ombudsman Republik Indonesia

JAKARTA - Projo Ganjar yang diketuai oleh Nora Haposan Situmorang S.H.,Melaporkan Budi Arie Setiadi yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika...

Komit Hapuskan Stunting, Nagari Bukik Sikumpa Luncurkan Program ‘Lumbuang Bukik Sikumpa’

Limapuluh Kota — Kolaborasi pemerintah nagari bersama bidan desa, kader KB dan PKK, serta masyarakat tentu dibutuhkan dalam penurunan angka prevalensi stunting di tingkat nagari. Salah satunya melalui Lumbung Nagari yang diluncurkan di Nagari Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Meskipun angka prevalensi di nagari tersebut mengalami penurunan hingga 10,6% di tahun 2022, peluncuran program tersebut diharapkan menjadi wadah penyaluran PMT (Pemberian Makan Tambahan) bagi Balita stunting yang bersumber dari swadaya masyarakat serta jadi langkah strategis menekan angka stunting di Limapuluh Kota. Demikian pokok pikiran penyampaian Bupati Limapuluh Kota, H.Safaruddin Dt.Bandaro Rajo yang didampingi Ketua TP-PKK Nevi Safaruddin saat meluncurkan program ‘Lumbuang Bukik Sikumpa’ nagari pilot project gerakan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana (GKSTTB) di Kantor Wali Nagari Bukik Sikumpa, Rabu, (06/09/2023). Inovasi program yang diluncurkan Nagari Bukik Sikumpa tersebut turut dihadiri Kepala Dinas DP2KBP3 Ayu Mitria Fadri, Kepala Dinas Kesehatan Yulia Masna, unsur Forkopimca, dan seluruh Wali Nagari se-Kecamatan Lasahan. Dalam acara peluncuran tersebut berbagai macam kegiatan diselenggarakan diantaranya, lomba memasak makanan bayi, peluncuran rumah desa sehat, dan pertemuan bulanan kader PKK se-Kecamatan Lasahan.

”Penurunan dan pencegahan stunting di Limapuluh Kota dapat tercapai jika terciptanya kolaborasi dan sinergi antara perangkat daerah hingga pemerintah nagari dan seluruh masyarakat melalui koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan stunting, yang efektif, konvergen, dan terintegrasi” ujar Bupati Safaruddin.
Ia menjelaskan, keberhasilan penangan stunting tidak terlepas dari peran nagari dalam menjalankan konvergensi stunting di wilayah masing-masing dan telah diatur dalam Perbup Nomor 25 tahun 2020. “Kami berharap setiap wali nagari dapat menjalankan program-program penurunan stunting dengan baik melalui penganggaran dana nagari untuk stunting serta terbuka dalam penyampaian laporan konvergensi stunting dan menciptakan inovasi penanganan stunting,” sambung Bupati Safaruddin.
Sebelumnya, Wali Nagari Bukik Sikumpa, Zulfakri Utama Putra dalam laporannya menyampaikan, Nagari Bukik Sikumpa di tahun 2020 menjadi salah satu lokus stunting di Limapuluh Kota dengan angka prevalensi mencapai 17,19%. “Setiap tahun angka tersebut mengalami penurunan, di tahun 2021 menjadi 10,7%, namun di tahun 2022 belum mengalami penurunan yang signifikan dengan capaian hanya 10,6%. Launching lumbung pangan diharapkan jadi langkah konkret Pemerintah Nagari Bukik Sikumpa dalam menghapuskan stunting,” terang Zulfakri. Ia juga menyampaikan, inovasi nagari ini merupakan komitmen jajarannya dalam mendukung salah satu program prioritas nasional dalam menekan angka prevalensi stunting di Limapuluh Kota. (MFS/ Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *